Ringkasan Informasi:
- Banyak Member DPRD Kabupaten Blitar Bukan terlihat mengikuti tradisi Brokohan Pancasila pada Hari Lahir Pancasila 2026.
- Dari 50 Member DPRD, hanya sebagian yang hadir Serempak Ketua DPRD Supriyadi.
- Ketua DPRD memastikan seluruh Member dewan telah menerima undangan kegiatan tersebut.
- Minimnya kehadiran wakil rakyat memicu kritik Anggota yang mempertanyakan prioritas dan komitmen mereka terhadap momentum kebangsaan.
Blitar (Liputanindo.id) – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Blitar yang diwarnai tradisi sakral Brokohan Pancasila menyisakan sorotan publik. Di tengah khidmatnya prosesi yang sarat nilai kebangsaan tersebut, banyak Member Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Bukan terlihat mengikuti rangkaian kegiatan.
Padahal, DPRD Kabupaten Blitar Mempunyai 50 Member yang seluruhnya telah diundang Demi menghadiri kegiatan yang digelar pada Senin (1/6/2026) tersebut.
Berdasarkan pantauan di Posisi, hanya beberapa Member DPRD yang tampak mengikuti prosesi Serempak Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriyadi. Dari tiga Wakil Ketua DPRD, hanya satu orang yang terlihat hadir.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Brokohan Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tradisi yang sarat Maksud historis dan ideologis dalam memperingati Hari Lahir Pancasila.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriyadi, menegaskan bahwa seluruh Member DPRD telah menerima undangan Demi mengikuti kegiatan tersebut.
“Sudah diundang Sekalian,” ucap Supriyadi usai menerima pusaka Brokohan Pancasila pada Senin (1/6/2026).
Pada tahun ini, tradisi Brokohan Pancasila dirancang dengan rute yang penuh Maksud filosofis. Prosesi dimulai dari Makam Bung Karno (MBK), kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Blitar, dan berakhir di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
Rute tersebut melambangkan keterhubungan antara nilai perjuangan Sang Proklamator, lembaga legislatif sebagai representasi rakyat, dan pemerintah daerah sebagai pelaksana roda pemerintahan.
Tetapi, Begitu iring-iringan tiba di Gedung DPRD Kabupaten Blitar yang menjadi salah satu titik Krusial dalam prosesi, kehadiran Member dewan yang minim Bahkan menjadi sorotan.
Fakta bahwa Bukan Sekalian wakil rakyat meluangkan waktu Demi mengikuti tradisi kebangsaan tersebut menjadi catatan tersendiri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini.
Sejumlah Anggota pun menyampaikan kritik terhadap minimnya kehadiran Member DPRD dalam kegiatan yang berkaitan langsung dengan ideologi negara tersebut.
“Miris sih kerjanya apa ya kok Tamat sibuk banget dan Bukan sempat memperingati hari lahir Pancasila yang notabene adalah Ideologi kita,” ungkap Wawan.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian masyarakat yang menilai kehadiran wakil rakyat dalam momentum kebangsaan merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus tanggung jawab moral kepada publik.
Di tengah tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan kedekatan dengan masyarakat, kehadiran Member legislatif dalam kegiatan yang Mempunyai nilai sejarah dan kebangsaan dinilai Bukan kalah Krusial dibandingkan tugas-tugas formal di lembaga dewan.
Minimnya kehadiran Member DPRD Kabupaten Blitar dalam tradisi Brokohan Pancasila pun menjadi sorotan publik dan catatan Krusial dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Blitar. [owi/beq]
