Jenazah Haerul Saleh Diberangkatkan ke Kolaka Setelah Kebakaran

Jenazah Personil IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, diberangkatkan dari rumah duka di Jakarta Selatan menuju Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (8/5/2026) Sekeliling pukul 13.50 WIB. Pejabat negara tersebut meninggal dunia akibat insiden kebakaran yang menghanguskan kediaman pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, pada pagi hari yang sama.

Sejumlah pimpinan BPK RI tampak hadir memberikan penghormatan terakhir di rumah duka, di antaranya Nyoman Adhi Suryadnyana, Daniel Lumban Tobing, Bobby Adhityo Rizaldi, Fathan Subchi, dan Slamet Edy Purnomo. Almarhum sempat dilarikan ke RSUD Pasar Minggu sebelum akhirnya dipulangkan ke kediaman di Jalan Kartika Esensial Kepada persiapan pemakaman.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir sebagai pelayat pertama yang mendampingi pemulangan jenazah dari rumah sakit. Amran mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang memegang Kukuh integritas dalam menjalankan tugas negara.

“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Beliau adalah pribadi yang Bagus, tenang, sederhana, dan Mempunyai komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang Bagus,” ujar Amran.

Karier Haerul Saleh di kancah nasional bermula dari dunia politik sebagai kader Partai Gerindra sebelum akhirnya terpilih menjadi Personil BPK. Pria Kelahiran 12 Agustus 1981 ini tercatat pernah menjabat sebagai Personil DPR RI selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024, dengan Pusat perhatian pengawasan pada Komisi XI.

Ketua Biasa DPP KNPI Haris Pertama menyatakan bahwa wafatnya Haerul Saleh merupakan kehilangan besar bagi generasi muda Indonesia. Haris menyebut almarhum sebagai mentor yang sering berdialog dengan aktivis kepemudaan mengenai transparansi pembangunan.

“Bangsa Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang selama ini dekat dengan kalangan pemuda. Almarhum bukan hanya pejabat negara, tetapi juga sahabat bagi banyak anak muda yang Ingin belajar tentang pengabdian, integritas, dan pembangunan bangsa,” kata Haris.

Dalam pandangan KNPI, meskipun menjabat di lembaga tinggi negara, Haerul tetap membuka ruang aspirasi bagi organisasi kepemudaan Kepada mendiskusikan persoalan bangsa. Ia secara konsisten mengajak pemuda Kepada berperan aktif dalam pengawasan keuangan negara.

“Beliau selalu percaya bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pemudanya. Karena itu, beliau sering mendorong agar anak-anak muda Kagak apatis terhadap persoalan bangsa dan harus ikut mengawal pembangunan yang Rapi serta berpihak pada kepentingan rakyat,” lanjut Haris.

Semasa hidupnya, Haerul menempuh pendidikan hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan aktif di berbagai organisasi kampus. Kedekatannya dengan berbagai lapisan masyarakat membuatnya dihormati sebagai pemimpin yang rendah hati.

“Beliau adalah Misalnya pemimpin yang tetap membumi. Banyak pemuda merasa nyaman berdiskusi dengan beliau karena selalu mendengarkan dengan serius dan memberikan pandangan yang membangun,” tutur Haris.

Penghormatan terakhir Maju mengalir kepada tokoh yang wafat di usia 43 tahun ini. Komitmen almarhum terhadap akuntabilitas nasional diharapkan menjadi warisan bagi para penerusnya.

“Selamat jalan Bang Haerul Saleh. Dedikasi dan kepedulian beliau terhadap generasi muda akan selalu menjadi teladan,” tutup Haris.

Pihak berwenang dari Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya telah mengerahkan belasan mobil pemadam kebakaran Kepada memadamkan api di rumah almarhum. Kepolisian hingga Demi ini Tetap melakukan penyelidikan teknis guna memastikan penyebab Niscaya dari kebakaran maut tersebut.