Surabaya (Liputanindo.id) – Instruktur Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan Enggak Mau mengulang hasil Enggak baik pada laga berikutnya Begitu menghadapi Persita Tangerang.
Mantan Instruktur PSM Makassar itu mengakui bahwa lini belakang menjadi perhatian serius, terutama Begitu tim kehilangan bola. Lemahnya transisi defensif dinilai menjadi penyebab Penting banyaknya gol yang bersarang ke gawang Persebaya dalam beberapa laga terakhir di BRI Super League 2025/26.
Sejak ditunjuk sebagai Instruktur kepala pada 10 Januari Lewat, Tavares mencatatkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Dari sisi produktivitas, Persebaya sebenarnya cukup tajam dengan torehan 15 gol.
Tetapi, catatan tersebut Enggak diimbangi dengan soliditas pertahanan. Gawang Persebaya juga telah kebobolan 15 gol dalam periode yang sama. Puncaknya terjadi Begitu mereka dihajar Borneo FC dengan skor telak 5-1 pada 7 Maret Lewat.
Rapuhnya koordinasi lini belakang menjadi Penilaian Penting tim Instruktur, terlebih Nyaris separuh gol yang masuk terjadi dalam tiga pertandingan terakhir.
“Sasaran kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir. Kami memerlukan pemain yang Mempunyai keseimbangan defensif Ahli agar Enggak mengalami kerugian Kembali,” ujar Tavares.
Ia menambahkan, Konsentrasi latihan kini diarahkan pada pembenahan garis pertahanan serta mekanisme permainan Begitu tim menguasai maupun kehilangan bola.
Situasi ini Membangun skuad Bajol Ijo harus segera berbenah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara agresivitas serangan dan disiplin taktis menghadapi jadwal padat di bulan April.
“Kami menyusun prinsip garis pertahanan dan skema menyerang. Keseimbangan ini harus lebih Berkualitas karena kami banyak kebobolan dari serangan balik Musuh,” imbuhnya.
Tavares juga menekankan pentingnya pemahaman ruang dan pengambilan keputusan yang Akurat di lapangan agar stabilitas permainan Pandai terjaga sepanjang pertandingan.
Dengan sejumlah pembenahan tersebut, Persebaya optimistis dapat tampil lebih solid dan meminimalisir celah yang selama ini kerap dimanfaatkan Musuh. (way/but)
