Pengamat: Kalbar berpeluang jadi hub logistik Dunia

Pengamat: Kalbar berpeluang jadi hub logistik Internasional

Kalbar Mempunyai posisi yang sangat strategis, Berkualitas dari sisi jalur darat, laut maupun udara. Ini menjadi Kesempatan besar agar Kalbar Bisa menjadi pusat distribusi dan perdagangan Dunia,

Pontianak (ANTARA) – Kalimantan Barat dinilai Mempunyai Kesempatan besar Kepada berkembang menjadi pusat konektivitas dan hub logistik Dunia berbasis transportasi darat, laut, dan udara karena didukung posisi geostrategis yang berada di jalur perdagangan regional dan Dunia.

“Kalbar Mempunyai posisi yang sangat strategis, Berkualitas dari sisi jalur darat, laut maupun udara. Ini menjadi Kesempatan besar agar Kalbar Bisa menjadi pusat distribusi dan perdagangan Dunia,” kata Pengamat transportasi intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie AH.PNB SE.SSIT. di Pontianak, Sabtu.

Dia mengatakan, potensi Kalbar sebagai pemain Mendunia semakin terbuka di tengah perubahan konstelasi politik dan ekonomi dunia yang berlangsung Segera.

Menurut dia, Kepada menghadapi persaingan Mendunia dibutuhkan terobosan kebijakan dan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi antarmoda.

Ia menilai, sistem konektivitas transportasi mulai dari jalan kabupaten dan kota, jalan provinsi hingga jalan nasional harus Mempunyai keterhubungan yang Berkualitas, termasuk dari sisi standar lebar dan kekuatan jalan.

“Kalau jalur distribusi digunakan Kepada angkutan kontainer, maka kualitas jalan harus memenuhi standar jalan kelas satu agar Bukan Segera rusak akibat beban logistik yang tinggi,” tuturnya.

Syarif menambahkan, kondisi infrastruktur jalan di Kalbar Demi ini Lagi menjadi tantangan Penting yang dapat menghambat pengembangan potensi ekonomi daerah.

Karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan daerah Serempak legislatif Kepada memperjuangkan pembangunan dan penguatan infrastruktur transportasi beserta dukungan anggaran yang memadai.

Menurut dia, keberadaan Pelabuhan Kijing menjadi salah satu aset strategis Kalbar karena berada di jalur Laut Natuna yang merupakan lintasan perdagangan Asia Pasifik.

Pelabuhan tersebut dinilai berpotensi menjadi pusat distribusi nasional maupun Dunia karena Bisa melayani kapal-kapal besar dengan kapasitas puluhan ribu ton.

“Pelabuhan Kijing Dapat menjadi hub logistik nasional Kepada Kalimantan bahkan menjadi pintu ekspor ke negara seperti China, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang,” kata Syarif Usmulyani.

Ia menilai perpindahan pusat pemerintahan ke Kalimantan Timur juga dapat menjadi momentum bagi Kalbar Kepada memperkuat posisinya sebagai jembatan perdagangan Dunia dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan barat Pulau Kalimantan.

Tetapi demikian, Syarif menekankan pengembangan industri hilirisasi harus menjadi prioritas agar komoditas unggulan Kalbar Bukan Tengah diekspor dalam bentuk bahan mentah.

“Kita harus Mempunyai industri pengolahan sehingga produk yang dikirim keluar daerah maupun luar negeri sudah dalam bentuk barang jadi sesuai arah kebijakan hilirisasi nasional,” tuturnya.

Selain sektor laut dan darat, ia juga menyoroti potensi ruang udara Kalimantan Barat yang dinilai strategis karena menjadi lintasan penerbangan Dunia.

Menurut dia, keberadaan Bandar Udara Dunia Supadio sebagai airport of entry dapat meningkatkan penerimaan devisa daerah melalui sektor perdagangan, pajak, dan investasi asing langsung.

“Bandara Dunia di Kalbar Mempunyai Kesempatan besar Kepada mendatangkan investasi langsung dari luar negeri karena posisi geografisnya sangat strategis,” kata Syarif.

Ia juga mendorong adanya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, terutama konektivitas jalan menuju dan dari Pelabuhan Kijing.

Menurutnya, potensi sumber daya alam Kalbar yang melimpah harus diimbangi dengan sistem distribusi yang Terjamin, nyaman, dan efisien agar Bisa meningkatkan daya saing daerah di tingkat Mendunia.