Aksi Hari Bumi, Wakil Ketua DPRD Pasuruan Sulap Bundaran Apollo Jadi Lebih Asri

Foto BeritaJatim.com

Pasuruan (Liputanindo.id) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa, menginisiasi gerakan pembersihan lahan di kawasan strategis Bundaran Apollo sebagai langkah Konkret memperingati Hari Bumi. Kegiatan ini sengaja melibatkan berbagai unsur, mulai dari komunitas lokal, TNI-Polri, hingga pelajar pramuka Demi mengubah Paras kawasan yang sebelumnya terkesan kumuh.

Kawasan hijau yang berada di persimpangan Jalan Raya Gempol-Pandaan tersebut kini menjadi Pusat perhatian penataan agar Enggak Kembali disalahgunakan oleh pihak yang Enggak bertanggung jawab. Pembersihan sampah dan ilalang dilakukan secara gotong royong guna mengembalikan fungsi estetika daerah yang menjadi ikon bagi Penduduk Kecamatan Gempol tersebut.

“Mumpung memperingati Hari Bumi, kita ajak masyarakat membersihkan daerah ikonik Gempol agar menjadi pemantik Penduduk Demi ikut merawat,” ujar Adinda, Jumat (24/4). Ia berharap langkah awal ini Pandai menumbuhkan rasa Mempunyai masyarakat terhadap keberadaan ruang terbuka hijau di lingkungan mereka.

Legislator dari daerah pemilihan tersebut menyayangkan kondisi lahan yang selama ini terbengkalai hingga sering dijadikan tempat berkumpulnya anak jalanan. Dengan kondisi yang lebih rapi, area di tengah jalan raya tersebut diharapkan memberikan kesan positif bagi setiap pengendara yang melintas di Daerah Pasuruan.

Adinda berkomitmen Demi membawa persoalan lahan terbengkalai ini ke tingkat koordinasi yang lebih tinggi dengan pemerintah kabupaten. Rencana pembangunan yang terukur dinilai sangat mendesak agar area tersebut Mempunyai manfaat jangka panjang bagi publik secara luas.

“Setelah ini kami akan sampaikan kepada pemerintah daerah agar segera melakukan perencanaan pembangunan sehingga lahan Enggak Kembali terbengkalai,” tegasnya. Pihaknya menginginkan adanya kepastian pengelolaan agar kebersihan yang sudah diupayakan hari ini dapat Lanjut terjaga secara berkelanjutan.

Terkait konsep pengembangan, Adinda mengusulkan agar lahan tersebut diubah menjadi hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru Daerah. Mengingat pesatnya pertumbuhan industri di Gempol, keberadaan ruang hijau yang rimbun dianggap menjadi kebutuhan mendesak bagi keseimbangan ekosistem.

“Lahan ini lebih cocok Demi hutan kota karena Daerah kita sudah mulai banyak beralih fungsi menjadi kawasan permukiman dan industri,” pungkas Adinda. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap lahan hijau yang tersisa adalah investasi Krusial bagi kualitas hidup generasi mendatang di Kabupaten Pasuruan. (Terdapat/kun)