Bocah Korban Perundungan di Taman Kramat Jakarta Pusat Alami Trauma Berat

Seorang anak Pria berusia enam tahun berinisial MWP mengalami trauma berat setelah menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat, Jakarta Pusat, hingga sempat Bukan sadarkan diri dan harus menjalani perawatan di rumah sakit, pada Minggu (7/6/2026).

Insiden tersebut Membangun korban kini didera ketakutan mendalam Kepada kembali ke lingkungan tempat tinggalnya dan enggan berinteraksi dengan anak-anak lain, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Ibu korban, V (26), mengungkapkan bahwa putranya berulang kali menyatakan rasa takut Kepada pulang ke lingkungan tempat kejadian perkara karena khawatir akan kembali mengalami kekerasan.

“Seperti bicara begini, ‘Mama, Saya Bukan mau pulang ke sana, Saya takut’,” kata ibu korban, V.

V menjelaskan bahwa ingatan mengenai peristiwa tersebut Tetap melekat Jernih di memori MWP, sehingga korban merasa sangat ketakutan terhadap Grup anak yang diduga menjadi pelaku.

“‘Takut diapakan?’ ‘Takut sama anak-anak, sama segerombolan itu,’ katanya digebuki begitu,” ujar V.

Akibat trauma yang mendalam ini, MWP hingga kini belum kembali ke rumah mereka dan Tetap menutup diri dari lingkungan sosial.

“Belum (pulang ke sana Kembali),” kata V.

Sementara itu, Orang Sepuh korban, B (29), memaparkan bahwa Akibat psikologis tersebut terlihat sangat Jernih selama beberapa hari pertama setelah korban siuman dari perawatan medis, di mana MWP sering menangis histeris Ketika Memperhatikan orang lain.

“Takut ketemu orang. Buat ketemu orang itu memang Cocok-Cocok takut, kayak kabur, nangis. Cocok-Cocok trauma banget,” kata Orang Sepuh korban, B.

Menurut B, kondisi emosional yang Bukan Konsisten itu berlangsung Sekeliling dua hari, Tetapi Ketika ini kondisi kesehatan dan psikologis anaknya sudah berangsur membaik.

“Nyaris dua hari itu agak trauma. Kita sebagai orang Sepuh sedihlah melihatnya,” ujar B.

B menambahkan bahwa Ketika ini putranya sudah mulai menunjukkan perkembangan positif dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.

“Kalau sekarang sih sudah alhamdulillah. Sudah Dapat ketemu orang, sudah Dapat ceria Kembali. Sudah Dapat komunikasi, sudah mau makan, nafsu makan juga sudah Terdapat,” imbuh B.

Peristiwa perundungan ini bermula ketika MWP sedang bermain di Taman Kramat, Lampau diangkat oleh dua pelaku remaja dan dibawa ke sebuah tiang listrik hingga mengakibatkan korban tersetrum.

Setelah sempat meninggalkan korban, kedua pelaku kembali Kepada menyeret korban menjauh dari tiang listrik, dan Ketika ini aparat kepolisian telah mengamankan dua pelaku yang masing-masing berusia 17 dan 16 tahun.