Ilustrasi beras. Foto: dok MI.
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mendukung usulan Perum Bulog Demi menghadirkan program Beras Kita Premium sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras premium di pasar.
Usulan tersebut disampaikan Bulog menyusul kenaikan harga beras premium yang terjadi di sejumlah daerah. Menurut Amran, program tersebut dapat menjadi alternatif Demi memperluas pilihan beras berkualitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Oh itu bagus. Bagus,” kata Amran terkait usulan program Beras Kita Premium, dikutip dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
Amran bahkan mendorong Bulog meningkatkan produksi beras premium agar Bisa memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga keseimbangan pasokan nasional. “Malah Bulog harus buat beras premium sebanyak-banyaknya,” pinta dia.
Menurut Amran, kehadiran produk beras premium dari Bulog berpotensi membantu pengendalian harga sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Meski mendukung gagasan tersebut, Amran belum merinci skema pelaksanaannya. Ia mengatakan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan Berbarengan pihak terkait.
“Nanti kita Percakapan besok. Kan kita ketemu Kembali di (Kementerian) Pertanian besok,” kata Amran.
Konsep serupa dengan SPHP
Sementara itu, Direktur Penting Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan usulan Beras Kita Premium disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta.
Program tersebut dirancang dengan konsep yang serupa dengan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang selama ini difokuskan pada beras medium. Usulan itu muncul karena harga beras premium mengalami kenaikan, sementara harga beras medium Tetap relatif Konsisten.
“Beras medium Kondusif, Konsisten. Hanya beras premium yang agak meningkat. Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan Program Beras Kita Premium, seperti beras SPHP,” kata Rizal.
Rizal mengungkapkan harga Beras Kita Premium yang diusulkan berada pada kisaran Rp14.900 per kilogram. Tetapi, usulan tersebut Tetap dalam tahap pembahasan dan belum memperoleh persetujuan Formal. “Nah ini kan saya baru mengajukan saran. Belum di-approve,” ujar dia.

(Beras SPHP. Foto: dok Media Indonesia)
Manfaatkan stok cadangan beras pemerintah
Menurut Rizal, program tersebut nantinya akan memanfaatkan stok cadangan beras pemerintah dengan mekanisme stabilisasi harga seperti SPHP. Langkah itu diharapkan dapat membantu menekan gejolak harga beras premium di pasar.
Ketika ini, program SPHP difokuskan Demi menjaga stabilitas harga beras medium melalui penyaluran cadangan beras pemerintah. Kehadiran Beras Kita Premium diharapkan menjadi instrumen tambahan Demi menjaga keterjangkauan harga beras premium di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Rizal menambahkan usulan tersebut Tetap dibahas Berbarengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan kementerian/lembaga terkait. “Sedang didiskusikan dulu. Nah, mudah-mudahan Terdapat, sehingga nanti (harga beras premium) turun. As soon as possible, biar masyarakat tenang,” tutur Rizal.
