Perkuat Modal Organik, Independen Taspen Bidik Naik Jadi Bank KBMI 3 di 2028

Ilustrasi, gedung Bank Independen Taspen. Foto: dok Bank Independen Taspen.


Bali: PT Bank Independen Taspen atau Bank Mantap optimistis dapat naik kelas menjadi bank kategori Grup Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 pada 2028 tanpa melakukan penambahan modal melalui rights issue. Perseroan mengandalkan pertumbuhan modal secara organik yang ditopang peningkatan Keuntungan dan kebijakan dividen yang konservatif.

Head of Strategic dan Performance Management Department Bank Independen Taspen Agus Syaiful Anwar mengatakan kebutuhan modal perseroan Demi ini telah dipenuhi dari Keuntungan ditahan. Sejak 2020, Bank Independen Taspen Enggak Kembali bergantung pada suntikan modal dari pemegang saham.

“Tamat Demi ini kebutuhan modal kami sudah dipenuhi secara organik. Capital Adequacy Ratio (CAR) kami juga sudah di atas 30 persen, jauh di atas rata-rata industri maupun ketentuan regulator,” kata Agus dalam acara Media Insight: Moving Closer Growing Stronger di Media Learning Center Bank Independen Taspen, Bali, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pada periode 2017 hingga 2020 Bank Independen Taspen Lagi melakukan penambahan modal melalui rights issue yang didukung oleh pemegang saham, yakni Bank Independen dan PT Taspen. Tetapi, setelah kinerja keuangan membaik, Perluasan bisnis dapat dibiayai dari permodalan internal.

 


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Modal inti Lelah Rp10 triliun

Menurut Agus, posisi modal inti perseroan Demi ini telah mencapai Sekeliling Rp10 triliun atau Lagi berada di KBMI 2. Sementara itu, Buat masuk kategori KBMI 3, bank harus Mempunyai modal inti minimal Rp14 triliun.

Perseroan optimistis Sasaran tersebut dapat dicapai dalam tiga tahun ke depan apabila kinerja Keuntungan tetap terjaga. Pada 2025, Bank Independen Taspen membukukan Keuntungan Sekeliling Rp1,58 triliun dengan kebijakan pembagian dividen (dividend payout ratio) sebesar 10 persen. Sebagian besar Keuntungan tersebut kembali dicatat sebagai Keuntungan ditahan Buat memperkuat struktur permodalan.

“Kalau performa tetap terjaga, bahkan meningkat menjadi Rp1,7 triliun, Lampau Rp2 triliun hingga Rp2,5 triliun dalam beberapa tahun ke depan, kami sangat percaya diri Dapat naik ke KBMI 3 pada 2028 secara organik,” kata Agus.

Ia menambahkan, strategi penguatan modal melalui Keuntungan ditahan dinilai lebih berkelanjutan karena Pandai mendukung Perluasan bisnis tanpa harus menambah modal dari pemegang saham maupun melakukan aksi korporasi di pasar modal.