Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tengah membangun 100 Tempat simpan baru Bulog dengan usia simpan minimal dua tahun Kepada memperkuat sistem penyimpanan cadangan pangan pemerintah termasuk beras.
Dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, Amran melaporkan pembangunan 100 Tempat simpan tersebut telah memperoleh persetujuan pemerintah dengan nilai anggaran mencapai Sekeliling Rp5 triliun sebagai bagian dari penguatan infrastruktur logistik pangan nasional.
“Memang Eksis bangun Tempat simpan (baru Kepada Parum Bulog). Ini Eksis bangun Tempat simpan 100 titik, nilainya Rp5 triliun, sudah disetujui,” kata Amran.
Ia menjelaskan Tempat simpan modern yang sedang dibangun itu dirancang Pandai menjaga kualitas beras dengan usia simpan minimal dua tahun melalui sistem penyimpanan yang lebih Berkualitas.
Bahkan, lanjut Amran, teknologi dan fasilitas yang diterapkan memungkinkan beras dapat disimpan hingga tiga tahun tanpa mengurangi kualitas secara signifikan dibandingkan metode penyimpanan konvensional Begitu ini.
“Sedang dibangun dan ini gudangnya (usia simpan stok cadangan pangan pemerintah) Pandai bertahan dua tahun minimal, Pandai tiga tahun berasnya,” beber Amran.
Dia menegaskan kehadiran Tempat simpan modern tersebut akan meningkatkan keamanan stok pangan nasional sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di berbagai Distrik Indonesia. Yang mana stok cadangan beras pemerintah mencapai 3,5 juta ton hingga awal Juni 2026.
“Jadi penyimpanannya jauh lebih bagus dari pada sekarang. Ini cukup modern,” katanya.
Amran memaparkan hal itu di tengah perhatian Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto yang menyebutkan telah menerima laporan soal adanya sejumlah stok cadangan beras pemerintah di Tempat simpan Bulog yang mengalami penurunan mutu.
Atas hal itu, Titiek meminta cadangan beras pemerintah (CBP) yang telah disimpan lebih dari satu tahun dialihkan menjadi pakan guna menjaga kualitas stok pangan sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga.
Sebelumnya, Direktur Esensial Perum Bulog Agmad Rizal Ramdhani menyatakan pembangunan 100 Tempat simpan baru akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.
Rizal memastikan pihaknya siap menjalankan amanat pemerintah dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan akuntabel.
“Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional,” kata Rizal di Jakarta, Kamis (2/4).
Bulog juga memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur tersebut Akurat-Akurat Akurat Letak, Akurat fungsi, dan Akurat manfaat bagi masyarakat.
Adapun program pembangunan itu direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran Sekeliling Rp5 triliun, yang terdiri atas Sekeliling Rp4,4 triliun Kepada pembangunan infrastruktur Esensial dan Sekeliling Rp560 miliar Kepada mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.
Pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit Tempat simpan penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit Rice Milling Unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.
Setiap Letak pembangunan akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik.
Pembangunan fisik dilaksanakan BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.
Infrastruktur itu akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berupa dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.
Sementara itu, di Distrik kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada Tempat simpan penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya Begitu kondisi cuaca ekstrem.
