Bangkalan (Liputanindo.id) –Pemerintah Kabupaten Bangkalan Formal meluncurkan Program Satu Desa Satu Sarjana yang memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa dari desa-desa di Bangkalan.
Melalui program ini, penerima Tak hanya dibebaskan dari biaya kuliah, tetapi juga mendapatkan Donasi biaya hidup selama menempuh pendidikan tinggi.
Program yang diluncurkan oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, itu diawali dengan skema pilot project yang menyasar 18 mahasiswa baru dari 18 desa yang mewakili 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Ke-18 mahasiswa tersebut akan mendapatkan pembiayaan penuh hingga lulus kuliah. Donasi yang diberikan meliputi biaya hidup atau living cost, pembayaran SPP, pengembangan akademik, peningkatan keterampilan (upgrading skill), hingga kebutuhan penunjang perkuliahan seperti Kitab.
“Yang 18 itu mahasiswa baru yang dibiayai secara penuh Tamat lulus. Pertama living cost, kedua SPP, ketiga pengembangan akademik, kemudian upgrading skill. Termasuk juga Kitab dan sebagainya,” kata Lukman, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, komponen living cost dalam program tersebut mencakup berbagai kebutuhan mahasiswa selama menjalani pendidikan, termasuk kegiatan pengembangan kapasitas dan peningkatan kompetensi.
Selain memberikan beasiswa penuh kepada 18 mahasiswa baru, Pemkab Bangkalan juga menyiapkan Donasi subsidi pembayaran SPP bagi 100 mahasiswa berprestasi yang Demi ini telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Pilot project berikutnya adalah 100 Donasi SPP bagi mahasiswa berprestasi dalam rangka mendukung Program Satu Desa Satu Sarjana,” ujarnya.
Dengan demikian, pada tahap awal terdapat 118 mahasiswa yang akan menerima manfaat dari program tersebut, terdiri atas 18 penerima beasiswa penuh dan 100 penerima Donasi subsidi SPP.
Lukman mengatakan, Program Satu Desa Satu Sarjana merupakan upaya pemerintah daerah Kepada memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya Insan di Bangkalan.
Ia memastikan program tersebut akan dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Insyaallah tahun 2027 Pemerintah Kabupaten Bangkalan secara berkelanjutan juga menginisiasi program yang sama lebih lanjut,” ucapnya.[sar/aje]
