Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong peningkatan produksi komoditas jagung nasional dengan menggunakan bibit unggul yang salah satunya dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan jenis MTE-09.
Demi penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan ITS di Kampus ITS Buncitan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, Amran mengatakan pihaknya melakukan pembelian benih jagung MTE-09 yang nantinya akan dibagikan gratis kepada petani di Distrik Surabaya.
“Pembelian benih jagung jenis MTE-09 karya ITS tersebut Buat 13 ribu hektare lahan, dengan nilai mencapai Rp10 miliar. Kami bangga dan memilih benih tersebut karena produktivitas di atas rata-rata nasional,” kata Amran.
Amran mengatakan benih jagung jenis MTE-09 tersebut Bisa menghasilkan Sekeliling 10 ton pipilan jagung per hektare. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2024, hasil tersebut melampaui rata-rata produksi nasional yang sebesar 5,94 ton per hektare.
Ia menjelaskan, penanaman benih MTE-09 di Distrik Surabaya tersebut bertujuan agar ITS dapat mengawal proses tanam hingga panen supaya Sasaran produksi rata-rata 10 ton per hektare tercapai.
Dalam kesempatan tersebut, Amran menjelaskan bahwa Kementan juga memesan traktor listrik amfibi dan alat panjat kelapa hasil Ciptaan ITS sebagai bagian dari prioritas penggunaan produk dalam negeri yang dikembangkan perguruan tinggi.
Menurut Amran, pemanfaatan teknologi menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian tanpa harus menambah luas lahan, sekaligus mendukung pengembangan komoditas strategis seperti jagung, padi, dan kelapa.
Ia menambahkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi perlu diperkuat melalui konsep triple helix agar Ciptaan dapat dikembangkan menjadi produk yang dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Amran juga menyebut pemerintah telah mengalokasikan anggaran Buat pengadaan berbagai Ciptaan pertanian dari sejumlah perguruan tinggi sebagai bentuk dukungan terhadap hasil riset nasional.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD IPU ASEAN Eng, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah melalui pengembangan Ciptaan, termasuk mekanisasi pertanian dan teknologi yang dapat meningkatkan produksi pangan.
“Kami berkomitmen Buat Berbarengan berbagai pihak Buat menyukseskan program pemerintah, salah satunya melalui Ciptaan mekanisasi pertanian, dan Apabila hasil uji berjalan Berkualitas kami akan menggandeng industri Buat memproduksi secara massal,” ujar Bambang.
