Jenis Anggaran sebesar Rp20 juta dari oknum aparat kepolisian melalui alumni senior terkonfirmasi diterima oleh Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, menjelang unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin, 15 Juni 2026.
Pihak rektorat UBK mengungkapkan fakta tersebut setelah melakukan pemanggilan langsung terhadap mahasiswa yang bersangkutan guna mengklarifikasi isu yang beredar luas di media sosial.
Wakil Rektor III Universitas Bung Karno Daniel Panda menjelaskan bahwa kepastian mengenai penerimaan Anggaran tersebut didapatkan setelah perwakilan mahasiswa memberikan keterangan Formal kepada pihak kampus.
“Dia sudah Membangun pengakuan secara Formal kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima Duit sebesar Rp20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian,” kata Daniel dalam jumpa pers di kampus UBK, Selasa (17/6).
Pihak manajemen kampus kini telah membentuk tim Pengusutan internal Buat menelusuri secara mendalam mengenai keterlibatan pihak-pihak lain dalam skandal ini.
“Jadi Eksis pengakuan dari yang bersangkutan,” imbuh Daniel.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Anggaran puluhan juta rupiah tersebut diserahkan pada Senin Pagi hari dengan tujuan Buat mengalihkan Letak demonstrasi mahasiswa agar Bukan mendekati kawasan Istana Negara.
“Hukuman akan dilihat berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa tersebut. Karena itu kami akan menjatuhkan Hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Bung Karno,” katanya.
Meskipun menerima Duit tersebut, para mahasiswa dilaporkan tetap melanjutkan aksi unjuk rasa ke Istana dan menolak arahan dari alumni senior mereka Buat berpindah ke gedung DPR RI.
“Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut Buat melakukan demonstrasi di DPR RI,” ujarnya.
Pengusutan lebih lanjut akan dilakukan karena Duit tersebut diduga turut mengalir ke beberapa pengurus organisasi mahasiswa di Fakultas Hukum serta Fakultas Ekonomi.
“Jadi mahasiswa tetap pergi ke Istana, meskipun mereka menerima Duit tersebut. Itu merupakan pengakuan langsung dari Ketua BEM,” kata Daniel.
Merespons dinamika yang berkembang, Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menyatakan akan melakukan pemantauan lebih lanjut mengenai isu penyerahan Duit ini.
“Coba nanti saya monitor dulu. saya enggak ngikutin yang kemarin Informasi terakhir itu. Nanti saya akan cek Kembali ya,” kata Bambang di Jakarta.
Hingga Informasi ini diturunkan oleh CNNIndonesia.com, upaya konfirmasi yang ditujukan kepada Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap terkait keterlibatan oknum polisi Tetap belum mendapatkan respons Formal.
