Tulungagung (Liputanindo.id) – Manajemen Perseta 1970 Tulungagung menyayangkan insiden tendangan kungfu dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan Senin (5/01/2026) sore. Pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Betul di bagian dada. Akibatnya Firman mengalami retak tulang rusuk bagian Rendah. Hingga Ketika ini belum Eksis permohonan Ampun secara Formal yang disampaikan oleh manajemen Putra Jaya Pasuruan.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi mengatakan hingga Ketika ini pihaknya belum menerima permintaan Ampun secara Formal dari tim Musuh. Mereka menyayangkan adanya kejadian ini. Terlebih sebelumnya juga terjadi kejadian penyikutan yang juga dilakukan pemain Musuh.
“Sebelumnya Eksis kejadian penyikutan, pemain Perseta 1970 Tulungagung Tamat mengeluarkan darah dari hidung, kemudian terjadi tendangan kungfu ini,” ujarnya, Rabu (7/01/2025).
Pihak manajemen Perseta 1970 Tulungagung sendiri berencana membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Berdasarkan hasil analisa, ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Dari rekaman video terlihat pemain Putra Jaya Pasuruan sudah bersiap Demi menendang lawannya. Selain itu setelah dikeluarkan pemain tersebut Tetap menantang dan memprovokasi pemain lainna.
“Ini sudah diluar ranah permainan sepakbola, kuat dugaan Eksis unsur kesengajaan, kita belum mengetahui motifnya apa,” tuturnya.
Menurut Rudy, selama ini kejadian kekerasan dalam olahraga hanya selesai melalui mekanisme sidang komisi disiplin. Tetapi banyak kasus yang kembali terulang bahkan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dengan upaya membawa kasus ini ke ranah hukum, diharapkan Pandai memberi edukasi ke Sekalian pihak. Para pemain juga diharuskan menjaga sportivitas selama pertandingan.
“Kasus seperti ini selalu berulang setiap tahunya, hanya Hukuman dari komisi disiplin saja, ini akan menjadi pembelajaran bagi Sekalian pihak,” pungkasnya. [nm/kun]
