Jakarta: Usaha olahan jamur tiram asal Bandar Lampung, Shisha Berdikari Jaya, mendapat kesempatan mempresentasikan bisnisnya di hadapan para panelis Juragan Jaman Now Season 5 Liputanindo, bisnis ini mengembangkan produk Jamur Crispy Nya Nyok yang menyasar pasar camilan sehat atau healthy snack.
Dalam video profil yang ditayangkan sebelum presentasi, pemilik bisnis Yan Mensana menjelaskan bahwa bisnis tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap harga jual jamur tiram yang kerap mengalami penurunan Begitu musim panen.
Begitu ini, Jamur Crispy Nya Nyok telah Mempunyai berbagai varian rasa, sertifikat halal, serta izin dari Dinas Kesehatan.
Andalkan Tren Healthy Snack

Jamur Nya Nyok, dok: Liputanindo
Dalam presentasinya, Yan Mensana menjelaskan bahwa produknya hadir sebagai alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan produk sejenis di pasaran.
Menurutnya, salah satu permasalahan yang Tetap banyak ditemukan pada pasar makanan ringan adalah tingginya kandungan kalori dan lemak.
“Kami Mempunyai solusi yakni Jamur Crispy Nya Nyok, Mempunyai kandungan gizi yakni rendah kalori, Vitamin B, kaya serat dan kalium,” kata Yan dalam tayangan Juragan Jaman Now season 5, yang dikutip Minggu, 14 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa Kelebihan Penting produknya terletak pada posisi sebagai camilan yang mengikuti tren healthy snack yang Lalu berkembang.
Penjualan Didominasi Kanal B2B
Shisha Berdikari Jaya Begitu ini mengandalkan strategi distribusi multi-channel. Sebagian besar penjualan berasal dari segmen B2B yang mencapai 80 hingga 90 persen.
Produk mereka telah dipasarkan melalui berbagai kanal seperti ritel modern, toko bakery, toko oleh-oleh, hingga distributor. Sementara itu, kontribusi penjualan dari segmen B2C dan B2G Tetap berada di kisaran 10 hingga 15 persen.
Buat mempercepat pertumbuhan bisnis, Yan membuka Kesempatan kerja sama dalam bentuk investasi yang akan digunakan Buat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat pemasaran.
Irwan Mussry Pertanyakan Keseimbangan Profitabilitas
Panelis Irwan Mussry menyoroti komposisi penjualan Shisha Berdikari Jaya yang Tetap sangat bergantung pada kanal B2B. Menurutnya, penjualan langsung kepada konsumen atau B2C biasanya Mempunyai margin keuntungan yang lebih tinggi.
Irwan kemudian mempertanyakan strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara volume penjualan dan profitabilitas agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Reino Barack dan Sebastian Togelang Soroti Ketebalan Tepung
Sementara itu, panelis Reino Barack memberikan masukan terkait kualitas produk yang disajikan. Meski mengapresiasi rasa dan kualitas bahan baku jamur yang digunakan, Reino menilai lapisan tepung pada produk terlalu tebal sehingga mengurangi kesan sehat yang Mau dibangun oleh brand.
“Menurut saya pribadi ya, tepungnya terlalu banyak. Jadi memberikan kesan snack-nya yang healthy itu menjadi kurang healthy,” ujar Reino.
Ia juga mengungkapkan bahwa kualitas jamur yang digunakan sebenarnya cukup Bagus sehingga sayang Apabila tertutup oleh lapisan tepung yang dominan.
“Raw material jamurnya itu bagus gitu. Jadi kenapa harus malah di-coating oleh tepung yang tebal, sayang sih menurut saya pribadi,” lanjutnya.
Pendapat serupa disampaikan oleh Sebastian Togelang yang mengaku merasakan tekstur produk menjadi cukup berat Begitu dikonsumsi.
“Saya setuju, tepungnya itu kebanyakan,” ucap Sebastian.
Menanggapi hal tersebut, Yan menjelaskan bahwa penggunaan tepung yang lebih tebal dilakukan Buat mengatasi kadar air jamur yang tinggi.
Ia menjelaskan bahwa satu kilogram jamur hanya Bisa menghasilkan Sekeliling tiga kemasan produk sehingga lapisan tepung menjadi salah satu Langkah Buat menjaga efisiensi produksi.
“Karena Begitu ini memang prosesnya kan memang kita buat crispy karena kandungan kadar airnya tinggi, jadi kita ngakalinnya itu ya tepungnya ditebelin,” ujar Yan.
Dalam sesi pendalaman, Reino Barack juga menanyakan kesiapan Shisha Berdikari Jaya Buat masuk ke jaringan minimarket modern. Menurut Yan, pihaknya telah beberapa kali melakukan Obrolan dengan calon Kenalan ritel terkait mekanisme distribusi dan kerja sama penjualan.
Tetapi, Reino menilai informasi tersebut Sebaiknya sudah dimasukkan ke dalam presentasi karena dapat menjadi nilai tambah bagi calon investor.
Skema Bagi Hasil Dinilai Kurang Menarik

Panelis JJN season 5, dok: Liputanindo
Salah satu momen yang paling mendapat perhatian terjadi ketika panelis menanyakan bentuk kerja sama yang ditawarkan kepada investor.
Yan menjelaskan bahwa dirinya menawarkan skema bagi hasil dengan pembagian keuntungan 70 persen Buat perusahaan dan 30 persen Buat investor. Mendengar penjelasan tersebut, Reino Barack memberikan tanggapan yang cukup tegas.
“Itu Tak fair. Sama sekali nggak menarik dan Tak fair menurut saya,” kata Reino.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan pentingnya menyusun proposal investasi yang realistis dan menarik bagi calon investor.
Di akhir sesi, panelis Rex Marindo memberikan apresiasi atas pencapaian bisnis yang telah diraih Shisha Berdikari Jaya. Meski demikian, ia menilai Yan Tetap perlu memperdalam pemahaman mengenai aspek keuangan dan investasi agar lebih siap ketika Bersua calon investor.
“Sebagai seorang entrepreneur, satu hal yang perlu sekali Buat dikuasai itu adalah finance,” ujar Rex.
Menurut Rex, kemampuan memahami perhitungan bisnis secara Segera dan Benar merupakan salah satu Unsur Krusial Buat membangun kepercayaan investor.
“Itung-itungan begini harus di luar kepala. Karena itu yang akan Dapat meyakinkan investor yang serius,” lanjutnya.
Mentor Nilai Pesan Healthy Snack Belum Tersampaikan Kuat
Mentor Tom MC Ifle Menonton bahwa konsep yang diusung Shisha Berdikari Jaya sebenarnya Mempunyai potensi besar. Ia bahkan menilai mimpi Yan Buat membangun brand camilan berbahan dasar jamur menyerupai produk rumput laut Terkenal dari Thailand cukup menarik.
Tetapi, Tom menilai terdapat ketidaksesuaian antara pesan healthy snack yang Mau dibangun dengan pengalaman produk yang dirasakan para panelis.
“Tapi Rupanya, penerimaan dari juri, kelihatannya kata-kata sehat Tak sebanding dengan tebalnya tepung yang mereka rasakan,” ujar Tom.
Menurutnya, masukan tersebut Dapat menjadi bahan Penilaian Krusial Buat penyempurnaan produk ke depannya. Meski mendapatkan sejumlah kritik dan masukan, Shisha Berdikari Jaya tetap memperoleh apresiasi atas perkembangan bisnis yang telah dibangun.
Dengan pasar yang sudah berjalan dan omzet yang Lalu bertumbuh, panelis menilai bisnis ini Mempunyai Kesempatan Buat berkembang lebih besar apabila Bisa memperkuat positioning produk serta menyusun strategi investasi yang lebih matang.
