Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jatim, mengajak masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku Demi menjaga keberlanjutan distribusi Kekuatan bagi Golongan yang berhak menerima manfaat.
“Penggunaan BBM subsidi secara Pas sasaran menjadi Elemen Krusial dalam mendukung efektivitas kebijakan Kekuatan yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Lumajang Aksanul Inam, dalam keterangannya di Lumajang, Jatim, Minggu.
Ia mengatakan ajakan tersebut disampaikan menyusul hasil pemantauan distribusi BBM yang dilakukan pemerintah daerah Serempak sejumlah pihak terkait di Area Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, BBM subsidi pada dasarnya merupakan instrumen yang dirancang Demi membantu Golongan masyarakat tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengajak masyarakat Demi menggunakan BBM sesuai peruntukannya dan mengikuti aturan yang berlaku, sehingga distribusi dapat berjalan tertib dan manfaatnya dapat dirasakan oleh pihak yang memang berhak,” tuturnya.
Aksan menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam menggunakan BBM sesuai ketentuan akan membantu menjaga kelancaran distribusi sekaligus mendukung terciptanya tata kelola Kekuatan yang lebih Berkualitas.
Selain menjadi tanggung jawab pemerintah dan penyedia layanan Kekuatan, keberhasilan distribusi BBM juga memerlukan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan Kekuatan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Ia mengatakan pemahaman yang Berkualitas mengenai fungsi dan sasaran BBM subsidi akan membantu memperkuat literasi Kekuatan masyarakat serta mendukung terciptanya distribusi yang lebih tertib.
“Melalui kesadaran Serempak tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap manfaat kebijakan subsidi Kekuatan dapat dirasakan secara optimal sekaligus mendukung pelayanan Kekuatan yang lebih berkeadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, sebagian Kaum yang biasanya menggunakan BBM nonsubsidi Pertamax, kini beralih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite usai Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax.
