Ricuh Warnai Final Aliansi Futsal Pelajar di Bojonegoro

Foto BeritaJatim.com

Bojonegoro (Liputanindo.id) – Atmosfer panas mewarnai laga perempat final Aliansi Futsal pelajar yang digelar di GOR Istimewa Bojonegoro. Pertandingan yang mempertemukan SMKN 2 Bojonegoro melawan MAN 1 Bojonegoro itu sempat terhenti akibat insiden kericuhan yang melibatkan suporter dan sejumlah pemain.

Ketegangan terjadi di tengah jalannya pertandingan ketika emosi para pendukung tersulut. Beberapa rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi saling dorong, Bagus di area lapangan maupun tribun penonton. Kondisi tersebut Membangun panitia menghentikan pertandingan sementara waktu.

Mujur, aparat keamanan Berbarengan panitia bergerak Segera Buat meredam situasi. Keributan Tak berlangsung lelet dan laga akhirnya dapat dilanjutkan hingga selesai tanpa insiden lanjutan.

Kapolsek Dander, Iptu Warsito, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa kondisi di Letak pertandingan sudah kembali kondusif.

“Memang sempat terjadi keributan antar suporter, Tetapi Tak lelet dan berhasil dikendalikan. Hingga pertandingan terakhir, situasi Terjamin,” ujar Warsito, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, penyebab Niscaya terjadinya gesekan Tetap dalam pendalaman. Tetapi kesiapsiagaan petugas serta koordinasi dengan panitia menjadi kunci agar kericuhan Tak meluas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Bojonegoro Futsal League (BFL), Anggoro Kurnia, menilai insiden tersebut dipicu oleh tingginya tensi pertandingan di babak krusial. Anggoro menjelaskan, kericuhan yang terjadi lebih ke kesalahpahaman kecil karena tensi laga cukup tinggi.

“Tak Tiba terjadi tawuran besar. Polisi dan panitia langsung mengambil tindakan sehingga semuanya Dapat dikendalikan,” Terang Anggoro.

Panitia Berbarengan aparat keamanan kembali mengingatkan seluruh peserta, Bagus pemain maupun suporter, Buat menjaga sportivitas dan ketertiban. Ajang futsal pelajar diharapkan tetap menjadi wadah positif dalam pembinaan generasi muda yang berprestasi, sekaligus menjunjung nilai fair play dalam olahraga.

Sebelumnya, kericuhan juga terjadi dalam pertandingan ASN LEAGUE 2025 Bojonegoro yang mempertemukan antara Tim FC Baru dari BPKAD dan Dishub FC. Buntut kejadian tersebut, kedua tim mendapat ganjaran dengan didiskualifikasi. Sedangkan, ASN yang terlibat keributan mendapat Hukuman disiplin dari pemerintah daerah.

Insiden Tak sportif ini terjadi dalam pertandingan futsal antar instansi pemerintah, Jumat (5/12/25) malam, yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Istimewa, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. [lus/but]