Madiun (Liputanindo.id) – Pemerintah Kota Madiun berencana melakukan penataan kawasan Proliman yang terletak di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun
sebagai salah satu Paras baru kota.
Kawasan yang menjadi titik perlintasan tersibuk di Kota Madiun itu akan didesain dengan mengangkat identitas khas Kota Pendekar dan Kota Pecel.
Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, mengatakan penataan Bukan hanya difokuskan di kawasan Proliman, tetapi juga mencakup kawasan Rimba Bakti hingga area belakang GOR Wilis yang telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
“Proliman ini sangat Krusial karena menjadi tempat perlintasan paling ramai di Kota Madiun. Nanti akan kami munculkan identitas Kota Madiun di kawasan Proliman,” ujar Bagus Ketika meninjau Posisi, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, keberadaan gedung Dekranasda yang berada di Sekeliling kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan konsep penataan baru sehingga menjadi kawasan yang saling terhubung dan Mempunyai daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung.
Secara visual, konsep penataan akan mengusung cerita dan filosofi Kota Madiun. Identitas sebagai Kota Pendekar, Kota Pecel, serta sejarah perkeretaapian akan menjadi inspirasi dalam desain kawasan.
“Yang nanti diwakili di sini adalah Kota Pendekar dan Kota Pecel. Desainnya mengikuti filosofi cerita dari dua identitas tersebut,” katanya.
Pemkot Madiun menargetkan Penyelenggaraan pembangunan dapat dimulai pada awal tahun mendatang. Ketika ini sejumlah tahapan perencanaan Tetap Lalu dimatangkan sebelum masuk tahap eksekusi.
Selain membahas penataan kawasan, Bagus juga menyoroti persoalan sampah yang kembali ditemukan di Kategori sungai belakang GOR. Padahal sebelumnya area tersebut telah dibersihkan oleh petugas.
Buat mencegah terulangnya pembuangan sampah sembarangan, Pemkot berencana menambah penerangan jalan dan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan.
“Setelah dibersihkan sebenarnya sampah sudah Bukan Terdapat, tetapi muncul Kembali. Nanti akan kami tambahi lampu dan CCTV Buat memantau. Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Bagus menambahkan, upaya penanganan sampah Bukan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui pengelolaan dan pemilahan sampah dari lingkungan masing-masing.
“Ke depan kita mulai pemilahan sampah. Lingkungan harus bekerja sama dan menyediakan tempat sampah di masing-masing Area agar pengelolaan sampah lebih tertata,” tandasnya. (rbr/aje)
