Lumajang (Liputanindo.id) – Sebanyak 19 unit dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menghentikan sementara operasionalnya pada Senin (8/6/2026).
Penghentian operasional tersebut disebabkan anggaran Biaya dari pemerintah pusat Demi dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum turun.
Salah satu dapur MBG yang menghentikan sementara operasionalnya adalah SPPG Sukosari di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Kenalan SPPG Sukosari, Bahrul, membenarkan dapurnya berhenti beroperasi karena keterlambatan pencairan Biaya dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Bahrul memastikan SPPG Sukosari hanya libur beroperasi satu hari, yakni pada Senin (8/6/2026). “Jadi memang tadi Tak beroperasi, tapi besok (Selasa) operasional sudah jalan Tengah. Tadi dananya sudah masuk,” terangnya.
Sementara itu, SPPG Rogotrunan di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Tak terdampak keterlambatan pencairan pendanaan dari pusat. “Kalau SPPG Rogotrunan Lagi beroperasi dan pendanaannya cukup hingga dua minggu ke depan,” ucap Kenalan SPPG Rogotrunan, Chiko.
Koordinator Distrik BGN Kabupaten Lumajang, Della Ayu Faradhika, menjelaskan bahwa Tak beroperasinya sejumlah dapur MBG memang disebabkan adanya kendala dalam proses pencairan pendanaan. Kendala tersebut dipastikan sudah ditangani oleh BGN dan pencairan Biaya Demi operasional SPPG telah dilakukan.
Menurut Della, paling Pelan SPPG yang mengalami kendala pendanaan akan mulai beroperasi kembali pada Rabu (10/6/2026). “Per sore ini sudah dilakukan pencairan Biaya oleh BGN dan beberapa SPPG insyaallah akan beroperasi kembali paling Pelan Rabu,” ungkap Della. (has/kun)
