Ringkasan Informasi:
- Pemkab Lumajang memastikan stok BBM subsidi maupun non-subsidi Tetap Terjamin.
- Antrean Pertalite meningkat setelah kenaikan harga BBM non-subsidi, terutama Pertamax.
- Pemkab telah mengajukan penambahan kuota BBM subsidi kepada Pertamina.
- Masyarakat diimbau Enggak melakukan panic buying agar pasokan tetap terjaga.
Lumajang (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar Standar (SPBU) Tetap dalam kondisi Terjamin meski terjadi lonjakan pembelian Pertalite pasca kenaikan harga BBM non-subsidi.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, peningkatan antrean di sejumlah SPBU dipicu peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite setelah harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan.
Meski demikian, pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipasi dengan mengajukan penambahan stok BBM subsidi kepada Pertamina agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Ini akan kita koordinasikan dengan berbagai pihak Buat mengantisipasi antrean panjang maupun peningkatan kebutuhan BBM agar masyarakat tetap terlayani dengan Berkualitas,” ujar Indah di Lumajang, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab Lumajang, seluruh jenis BBM yang tersedia di SPBU Tetap berada dalam kategori Terjamin.
Rinciannya meliputi Pertalite sebanyak 259.835 liter, Pertamax 92 221.366 liter, Bio Solar 236.619 liter, Pertamax Turbo 61.725 liter, Pertamina Dex 64.825 liter, serta Dexlite 1.024 liter.
Dengan kondisi stok yang Tetap mencukupi, Indah mengimbau masyarakat agar Enggak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, kepanikan Bahkan dapat memicu gangguan distribusi dan berpotensi menyebabkan kelangkaan BBM subsidi di lapangan.
“Jadi, sekarang Tetap belum langka dan mudah-mudahan Enggak Tamat langka, intinya jangan panic buying, stok kita Terjamin,” ungkap Indah.
Pemkab Lumajang berharap masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga distribusi dapat berjalan normal dan seluruh Penduduk tetap memperoleh akses terhadap bahan bakar tanpa hambatan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga Lalu berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait Buat memantau perkembangan konsumsi BBM di tengah meningkatnya permintaan Pertalite akibat kenaikan harga BBM non-subsidi. [has/beq]
