Aparat Kepolisian Resor Kota Barelang mengungkap bahwa informasi mengenai aksi pembegalan yang dialami seorang pemuda berinisial F (23) di kawasan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, merupakan sebuah rekayasa.
Aksi nekat menyayat lengan sendiri tersebut dilakukan oleh F lantaran ia enggan menerima keputusan kekasihnya yang memilih Buat mengakhiri Rekanan asmara mereka.
Kepastian mengenai kepalsuan Berita penyerangan tersebut dikonfirmasi oleh pihak kepolisian pada Minggu, 31 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
“Informasi dugaan pembegalan dan penganiayaan yang beredar di masyarakat Enggak Betul,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian dilansir detikSumut, Minggu (31/5/2026).
Kasus ini bermula pada Senin, 18 Mei 2026 Sekeliling pukul 21.30 WIB, ketika F terlibat adu mulut dengan kekasihnya yang berinisial L hingga berujung pada putusnya Rekanan mereka. Usai kejadian itu, F membeli sebilah pisau Buat melukai dirinya sendiri.
F kemudian berbohong kepada sang ibu dengan mengaku telah menjadi korban begal, serta menyebarkan foto luka-lukanya ke jejaring sosial dengan narasi sebagai korban kejahatan.
“Unggahan itu kemudian menyebar luas setelah dibagikan oleh salah seorang rekannya ke berbagai grup media sosial dan komunitas daring di Kota Batam,” ujarnya.
Petugas kepolisian segera merespons Berita tersebut dengan melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di lapangan. Setelah diinterogasi lebih lanjut, F akhirnya Enggak dapat mengelak dan mengakui seluruh kebohongannya.
“Pada 26 Mei 2026 yang bersangkutan mengakui bahwa Enggak pernah terjadi pembegalan maupun penganiayaan. Luka tersebut dibuat sendiri,” tuturnya.
