Khofifah Gandeng BRIN Perkuat Riset dan Hilirisasi Hasil karya di Jatim

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Berita:

  • Khofifah menjalin sinergi strategis dengan BRIN Buat penguatan riset di Jatim.
  • Kolaborasi difokuskan pada hilirisasi Hasil karya agar berdampak langsung bagi masyarakat.
  • BRIN Mempunyai ribuan produk Hasil karya di sektor pangan, kesehatan, hingga Daya.
  • Jawa Timur menargetkan pemanfaatan riset Buat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Surabaya (Liputanindo.id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membangun kolaborasi dan sinergi dengan Badan Riset dan Hasil karya Nasional (BRIN) guna memperkuat riset dan mendorong hilirisasi Hasil karya yang berdampak bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah Begitu menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Hasil karya Nasional (BRIN) Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Berbarengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pertemuan tersebut berlangsung sangat konstruktif khususnya terkait riset dan Hasil karya.

“Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem riset dan Hasil karya di Jawa Timur sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi Benar guna, khususnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” kata Gubernur Khofifah.

Bukan tanpa Argumen, menurutnya, penguatan pemanfaatan berbagai produk Hasil karya hasil kegiatan riset, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat Krusial agar memberikan kontribusi Konkret dalam mendukung pembangunan nasional, meningkatkan daya saing bangsa serta memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di masyarakat.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyebut pentingnya membuka akses informasi hasil riset seluas-luasnya kepada para stakeholder agar Hasil karya Enggak berhenti di laboratorium, tetapi Betul-Betul memberikan Akibat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Jawa Timur Mempunyai potensi besar dalam pemanfaatan riset dan Hasil karya. Maka yang terpenting adalah bagaimana hasil riset dapat diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan Berbarengan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Gubernur Khofifah menambahkan, Jawa Timur akan memperkuat kolaborasi Berbarengan BRIN Buat mengenal potensi Hasil karya yang dimiliki dan dikembangkan sehingga Dapat mempercepat hilirisasi hasil riset dan mendorong pemanfaatan Hasil karya secara lebih luas.

BRIN, tambahnya, disebut Mempunyai Sekeliling 6.000 kekayaan intelektual yang sebagian telah Mempunyai hak paten dan tersimpan dalam database nasional. Berbagai Hasil karya tersebut mencakup sektor pangan, kesehatan, Daya, lingkungan, teknologi maritim, hingga pengolahan limbah.

“BRIN ini punya ribuan produk Hasil karya mulai riset tentang kedaulatan pangan, ketahanan Daya, kesehatan, penguatan industri strategis, dan banyak lainnya,” imbuhnya.

“Maka ini Dapat jadi Kesempatan strategis Jawa Timur Buat berkolaborasi. Misalnya hari ini kita Spesifik hadirkan Prof Cita, Direktur RS Soetomo, Buat nanti kedepannya Dapat saling bekerja sama di sektor layanan kesehatan,” tambahnya.

Gubernur Khofifah menuturkan, salah satu potensi kolaborasi BRIN dan RS Soetomo adalah terkait riset dan pengembangan alat kesehatan tercanggih Punya BRIN yang kemudian Dapat dikolaborasikan dengan clinical research RSUD dr Soetomo yang Begitu ini menjadi percontohan nasional.

“Eksis salah satu produk unggulan riset dan Hasil karya Punya BRIN namanya Implan Tulang, solusi material media berkualitas tinggi Buat rekonstruksi tulang akibat cedera. Produk Hasil karya dan teknologi kesehatan seperti ini Dapat jadi Kesempatan kolaborasi,” lanjutnya.

Di sektor pangan, Eksis Hasil karya food saver, solusi penyimpanan terintegrasi Ekonomis Daya, salah satu teknologi penyimpanan pangan Buat efisiensi distribusi skala industri. Menurutnya, teknologi ini Dapat bermanfaat memperpanjang masa simpan berbagai komoditas.

“Hasil karya food saver, produk unggulan riset dan Hasil karya Punya BRIN. Ini merupakan teknologi penyimpanan beras, telur, dan Tempat simpan pangan agar kualitas produk tetap terjaga lebih Lamban,” jelasnya.

“Buat produk yang rentan busuk seperti buah-buahan yang cenderung Segera busuk juga Dapat menggunakan Hasil karya seperti ini sehingga produk Dapat tetap fresh dan segar, kami akan Interaksi dengan Dinas terkait supaya Dapat berkolaborasi dengan BRIN,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas dukungan dan kolaborasi yang Lalu diperkuat dalam upaya membangun ekosistem riset dan mempercepat hilirisasi Hasil karya di daerah.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungannya kepada kami Buat saling berkolaborasi dengan BRIN khususnya memperkuat riset dan mendorong hilirisasi Hasil karya,” kata Arif.

Ia menegaskan bahwa ke depan BRIN akan Lalu membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah agar hasil riset dan Hasil karya Enggak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi dapat diterapkan secara Konkret dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kedepan, masukan strategis terkait teknologi dan Hasil karya akan Lalu kami kembangkan, tentu dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah sehingga hasilnya Dapat Betul-Betul dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. [tok/beq]