Omzet UMKM Digenjot lewat Pendampingan hingga Pemanfaatan AI

Ilustrasi kecerdasan buatan. Foto: Dok. Liputanindo.id.


Jakarta: Program pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendongkrak performa bisnis lokal. Para peserta Bukan hanya dibekali teori konvensional melainkan juga adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga sukses melipatgandakan omzet penjualan mereka.

“Kami Ingin para pelaku UMKM Bukan hanya bertahan, tetapi naik kelas. Pendampingan yang intensif harus Pandai mengubah Metode berpikir pelaku usaha, memperkuat tata kelola bisnis, memanfaatkan teknologi digital, hingga membuka akses terhadap pasar dan pembiayaan. Ketika kapasitas pelaku usaha meningkat, maka omzet dan daya saingnya juga akan ikut tumbuh,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Uno, di Jakarta, dikutip melalui Media Indonesia, Kamis, 2 Juli 2026.

 

Para peserta tergabung dalam program inkubasi GemaWira yang berjalan selama tiga bulan. Kurikulum inkubasi GemaWira sengaja dirancang secara komprehensif demi membangun ketahanan kapasitas bisnis yang berkelanjutan. 

Hasilnya, lonjakan omzet paling signifikan dirasakan oleh Dwi Komalasari, pemilik Nain Toe Sik Catering yang dirintis sejak 2018. Bisnis kateringnya berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan 100% dari Rp10 juta menjadi Rp20 juta per bulan.

Dwi mengaku, sebelum tersentuh program ini, manajemen usahanya berjalan tanpa perencanaan yang terukur. Instrumen mutakhir seperti Business Model Canvas (BMC), growth Rencana, hingga optimalisasi fitur kecerdasan buatan Tetap menjadi hal tabu baginya.

“Ilmu yang saya peroleh Bukan berhenti di teori, tetapi langsung saya terapkan dalam usaha. Operasional menjadi lebih tertata, saya lebih percaya diri mengambil keputusan, lebih berani berinovasi, dan Alhamdulillah omzet usaha Lanjut meningkat,” ungkap Dwi.

Tren positif serupa turut dialami oleh Vemmy Magdaliena selaku pemilik jenama Masakan ByNiNe. Omzet bulanannya melesat dari Rp6 juta menjadi Rp10 juta setelah dirinya merombak sistem pencatatan keuangan manual dan memperluas penetrasi pasar lewat digital marketing.



Para peserta tergabung dalam program inkubasi GemaWira yang berjalan selama tiga bulan. Foto: Dok. Istimewa.

“Program ini Bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri saya sebagai pelaku UMKM Buat mengembangkan usaha secara lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Vemmy.

Melengkapi daftar peserta terbaik, Indah Purnamasari yang menakhodai Ninu Culinary sejak 2016 juga mencatatkan kenaikan omzet dari Rp7 juta menjadi Rp9 juta. Pendampingan berkala tersebut diakui Indah berhasil membuka matanya Buat menyusun visi bisnis jangka panjang, merapikan arus kas, serta berani membuka ruang kolaborasi inter-UMKM.

Keberhasilan para pelaku usaha ini menjadi role model Konkret bahwa intervensi pelatihan yang terstruktur, penguasaan legalitas, akses pembiayaan, serta adaptasi terhadap modernisasi kecerdasan buatan Pandai mengubah peta kekuatan UMKM nasional menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing Mendunia.