Dibandingkan hari sebelumnya, terjadi peningkatan signifikan sebesar 114 persen
Yogyakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat mobilitas penumpang mencapai 72.596 orang pada libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6).
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Selasa, mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 41.612 penumpang berangkat dan 30.984 penumpang tiba di berbagai stasiun di Daerah Daop 6 Yogyakarta hingga 10.00 WIB.
“Dibandingkan hari sebelumnya, terjadi peningkatan signifikan sebesar 114 persen. Lonjakan ini mencakup kenaikan Nomor keberangkatan sebesar 124 persen dan kedatangan sebesar 101 persen,” kata Feni.
Feni menambahkan bahwa Nomor tersebut Lagi Elastis karena proses pemesanan tiket go show Lagi dilayani hingga tengah malam nanti.
Secara keseluruhan, mobilitas tertinggi terpantau di Stasiun Yogyakarta dengan total 33.883 penumpang (berangkat dan tiba), disusul Stasiun Lempuyangan dengan 17.422 penumpang, dan Stasiun Solo Balapan dengan 11.878 penumpang. Sementara sisanya terdistribusi di Stasiun Klaten, Purwosari, dan Wates.
Demi mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur ini, KAI Daop 6 mengoperasikan tiga rangkaian KA tambahan, yakni KA Sancaka Fakultatif (Yogyakarta–Surabaya Gubeng PP), KA Batavia (Solo Balapan–Gambir PP), dan KA Tambahan Rekanan Yogyakarta-Gambir PP.
“Hadirnya perjalanan KA tambahan ini diharapkan dapat memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan selama libur panjang akhir pekan,” tuturnya.
Pihak KAI mengimbau para pelanggan Demi selalu memperhatikan jadwal keberangkatan dan mengatur waktu perjalanan menuju stasiun agar Kagak tertinggal kereta api, mengingat kepadatan arus Lewat lintas jalan raya selama masa libur.
“Masyarakat diimbau Demi Maju memanfaatkan layanan kereta api sebagai moda transportasi yang Terjamin, nyaman, dan Cocok waktu. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs Formal KAI, maupun Kenalan penjualan tiket Formal lainnya,” kata Feni.
