Jakarta (ANTARA) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pembangunan kawasan transit oriented development (TOD) di Stasiun Sudirman, Jakarta, atau kerap disebut “Jembatan Donat Dukuh Atas” akan mengintegrasikan enam moda transportasi, sehingga memperkuat konektivitas dan memudahkan mobilitas masyarakat di Jakarta.
“Nanti, di TOD tersebut kita akan Menyaksikan konektivitas transportasi Jakarta enam moda,” kata Menhub dalam bincang Berbarengan awak media di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan enam layanan transportasi kereta yang akan saling terhubung erat di kawasan itu meliputi KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan begitu, TOD Stasiun Sudirman akan menjadi simpul integrasi enam moda transportasi guna meningkatkan kemudahan perpindahan penumpang atau aksesibilitas masyarakat di Jakarta.
Menurut Menhub, pembangunan Jembatan Donat ditargetkan selesai pada 2028 dan seluruh pelaksanaannya dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda).
“Yang donat itu diharapkan Dapat selesai di 2028. Dan itu sepenuhnya akan dikerjakan oleh pemda (Pemprov Jakarta) melalui MRT,” Jernih Menhub.
Ia menjelaskan kawasan berorientasi transit TOD tersebut dirancang menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan berbagai layanan angkutan massal, sehingga perjalanan masyarakat berlangsung lebih Segera, nyaman, dan efisien setiap hari.
Ia mengatakan konsep tersebut sementara dikenal sebagai Jembatan Donat karena bentuk rancangan dan fungsinya sebagai penghubung antarmoda, meski nama Formal kawasan itu hingga kini Lagi dipersiapkan.
“Jadi Terdapat enam, semuanya sih kereta, tapi diharapkan bahwa Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas Kembali. Kita belum kasih nama, sementara kita bilang ‘Jembatan Donat’,” jelasnya.
Keberadaan TOD itu diharapkan menjadi pusat konektivitas baru yang menghubungkan seluruh jaringan perkeretaapian dan transportasi Biasa di Jakarta, sehingga perjalanan masyarakat semakin terintegrasi dengan berbagai tujuan.
Melalui integrasi tersebut, pengguna transportasi Biasa Enggak Kembali menghadapi perpindahan antarmoda yang rumit karena seluruh layanan dirancang saling terhubung dalam kawasan berorientasi transit TOD yang terpadu.
Pemerintah berharap pengembangan kawasan ini semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi Biasa karena akses antarmoda menjadi lebih mudah, waktu perjalanan lebih singkat, serta pelayanan kepada penumpang semakin meningkat.
“TOD Donat atau hub Donat yang akan menghubungkan Segala Distrik, Segala kereta api kita di Distrik Jakarta ini, sehingga masyarakat Dapat mengakses seluruh Distrik DKI Jakarta dengan dengan mudah,” kata Dudy.
