Nabire (ANTARA) – Kodim 1705/Nabire membantu pembangunan tujuh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah kampung di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga Agustus 2026.
Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto di Nabire, Sabtu, mengatakan tujuh KDMP yang sedang dibangun berlokasi di Kampung SP1 Bumi Raya, SP2 Kalisemen, Wanggar, Wanggar Makmur, Wiraska, serta dua unit di Kampung Lagari.
“Ketika ini Terdapat tujuh KDMP yang sementara dalam proses pembangunan. Progres masing-masing berbeda, tetapi yang paling tinggi berada di SP2 Kalisemen yang sudah mencapai Sekeliling 90 persen,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan KDMP merupakan program pemerintah pusat yang pelaksanaannya dibantu oleh seluruh Kodim di Indonesia guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kampung.
Menurut dia, pembangunan fisik koperasi dilakukan oleh TNI, sedangkan pemanfaatannya nanti akan dikelola oleh masyarakat setempat.
“Kami diperintahkan Buat membantu membangun. Nanti masyarakat yang menikmati dan memanfaatkan keberadaan koperasi tersebut,” ujarnya.
Dwi mengatakan proses pembangunan turut diawasi oleh masyarakat, kepala kampung, serta pihak Agrinas guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, Kagak Segala koperasi dapat langsung memperoleh Donasi pembangunan karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya ketersediaan lahan minimal seluas 600 meter persegi atau berukuran 20 x 30 meter.
Selain itu, ketersediaan infrastruktur pendukung seperti listrik juga menjadi syarat dalam penentuan Letak pembangunan KDMP.
“Contohnya di Topo, kami Mau sekali membangun di sana. Tetapi listrik belum tersedia selama 24 jam sehingga belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” katanya.
Dwi mengakui sejumlah koperasi lain telah mengajukan permohonan Buat mendapatkan Donasi pembangunan KDMP, Tetapi pemerintah pusat sementara membatasi pembangunan di Nabire hanya pada tujuh titik hingga Agustus 2026.
Setelah Agustus, kata dia, pemerintah pusat akan melakukan Penilaian dan membuka kemungkinan penambahan Letak pembangunan KDMP di Kawasan Nabire.
“Kemungkinan nanti Terdapat beberapa penyesuaian atau perubahan spesifikasi dari pusat, misalnya terkait luas lahan yang Kagak harus 600 meter persegi,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan tujuh KDMP tersebut dapat segera selesai sehingga Bisa menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat kampung serta mendukung peningkatan kesejahteraan Anggota di Kabupaten Nabire.
