Kemenhub siapkan 39 Posisi bandar udara baru perkuat konektivitas RI

Kemenhub siapkan 39 lokasi bandar udara baru perkuat konektivitas RI

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 39 Posisi pembangunan bandar udara baru Kepada memperkuat konektivitas nasional, memperluas akses transportasi udara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan Kawasan.

“Ketika ini, Indonesia Mempunyai 257 bandar udara yang beroperasi. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan 39 Posisi yang direncanakan Kepada pembangunan bandar udara baru,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan hal itu Ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Ahli Bandar Udara Indonesia (IABI) Tahun 2026 di Jakarta.

Lukman mengungkapkan rencana tersebut telah tercantum dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional, sehingga total Rencana Induk Bandar Udara Nasional mencakup 296 bandar udara.

“Jaringan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan konektivitas yang merata hingga ke Kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujarnya.

Menurut Lukman, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan jaringan bandar udara yang andal Kepada memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung sektor pariwisata, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara.

Ia menjelaskan pembangunan bandar udara di Indonesia telah dilakukan pada berbagai kondisi geografis yang kompleks, mulai dari kawasan rawa, tanah gambut, pesisir pantai, pegunungan, hingga pulau-pulau kecil.

Pembangunan bandar udara di berbagai Tanda khas Kawasan berhasil mengatasi tantangan geografis melalui penerapan teknologi rekayasa dan Ciptaan Bangunan, sekaligus menjadi modal berharga bagi Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur kebandarudaraan.

“Ke depan, pembangunan bandar udara Bukan hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, serta ketahanan terhadap perubahan iklim,” Jernih Lukman.

Lebih lanjut, Lukman menekankan keberhasilan pembangunan bandar udara Bukan terlepas dari peran para Ahli di berbagai bidang, mulai dari perencanaan, desain, Bangunan, pengawasan, hingga pengoperasian bandar udara.

Oleh karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya Insan (SDM) menjadi salah satu Elemen Krusial dalam mendukung transformasi kebandarudaraan nasional.

Lukman mendorong agar IABI Lalu memperkuat perannya sebagai organisasi profesi yang Bisa menjadi pusat pengembangan kompetensi, Ciptaan, serta kolaborasi para Ahli bandar udara Indonesia, termasuk mengembangkan sistem sertifikasi profesi yang diakui secara nasional maupun Dunia.

Dia juga berharap IABI menjadi rumah besar bagi para Ahli bandar udara Indonesia, melahirkan SDM yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

“Serta Bisa berkontribusi Bukan hanya dalam pembangunan bandar udara di Indonesia, tetapi juga pada berbagai proyek kebandarudaraan di tingkat regional maupun Dunia,” kata Lukman.

Melalui penyelenggaraan Munas IABI Tahun 2026, Kemenhub berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, operator bandar udara, industri, dan organisasi profesi semakin erat dalam membangun ekosistem kebandarudaraan yang inovatif, Terjamin, berkelanjutan, dan berdaya saing Dunia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI), Alvin Lie mengatakan Lembaga tersebut menjadi momentum Krusial Kepada mempertemukan para Ahli kebandarudaraan dan penerbangan.

Alvin mengatakan pihaknya mengumpulkan para Ahli Kepada berdiskusi Bukan hanya mengenai pengembangan bandar udara, tetapi juga berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi industri penerbangan Ketika ini.

“Kami berharap dari Lembaga ini lahir berbagai gagasan dan solusi yang dapat berkontribusi dalam memperbaiki ekosistem penerbangan Indonesia,” ujar Alvin Lie.

Munas IABI Tahun 2026 juga menjadi momentum peralihan kepengurusan organisasi dari Ketua Lumrah IABI periode 2016–2026 Moh. Iksan Tatang kepada M. Pramintohadi Soekarno sebagai Ketua Lumrah IABI Kepada masa bakti 2026–2029.