Jalan Assirot Kebon Jeruk Amblas Akibat Korosi Gorong-Gorong Besi

Satu lajur kendaraan di kawasan Jalan Assirot, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat mengalami amblas pada bagian permukaan tanahnya. Kerusakan infrastruktur jalan tersebut disebabkan oleh rapuhnya struktur besi gorong-gorong Antik di Dasar tanah yang mengalami korosi parah setelah tertanam selama berpuluh-puluh tahun, seperti dilansir dari Detikcom pada Selasa (7/7/2026).

Proses penanganan di Letak kejadian langsung dilakukan oleh petugas dari Etnis Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat dengan memperlebar diameter lubang jalan menjadi Sekeliling 5 meter. Upaya pembongkaran ini dibantu oleh pengerahan satu unit alat berat ekskavator guna mengangkat struktur saluran air Pelan yang telah hancur.

Penyebab Penting dari ambrolnya akses jalan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang yang menangani perbaikan saluran air di area tersebut.

“Ini penyebabnya jadi di Dasar itu Terdapat gorong-gorong berupa kayak kaleng gitu ya, kaleng gorong-gorong yang Era dulu itu. Itu kan Pelan-Pelan kan udah berapa puluh tahun kan korosi. Jadi itunya, kalengnya itu amblas, jadi jalannya ikut amblas,” Jernih Budi Santoso, petugas Sudin SDA Jakbar.

Sebagai langkah pemulihan jangka panjang, pihak Sudin SDA Jakbar berencana mengganti material saluran air yang rusak dengan material beton yang jauh lebih kokoh.

“Entar diangkat besinya, diganti box culvert dari beton itu,” kata Budi Santoso, petugas Sudin SDA Jakbar.

Kendati demikian, proses pemulihan lajur jalan ini diprediksi memerlukan kehati-hatian ekstra tinggi akibat kondisi jaringan Dasar tanah yang rumit.

“Ini Sasaran kita nggak Dapat ini, jadi tergantung ini kan kendalanya Terdapat kabel, banyak kabel, kabel gede semuanya kan. Kita kerjanya pelan-pelan, ekstrahati-hati gitu. Jadi Buat Sasaran kita nggak Dapat nentuin,” ujar Budi Santoso, petugas Sudin SDA Jakbar.

Pemerintah setempat tetap mengupayakan agar akses mobilitas Kaum Sekeliling dapat segera normal kembali dalam waktu dekat.

“Secepatnya, kalau penginnya secepatnya,” sambung Budi Santoso, petugas Sudin SDA Jakbar.

Mengenai kronologi awal kerusakan, Kaum yang tinggal di Sekeliling Jalan Assirot mengungkapkan bahwa tanda-tanda penurunan permukaan jalan sebenarnya sudah terlihat sejak Pelan sebelum akhirnya runtuh sepenuhnya pada Sabtu (4/7).

“Amblas bolongnya gitu dari Sabtu ya, Sekadar kalau bergelombangnya mah udah Pelan sih,” kata Ardi, Kaum Sekeliling Letak.

Masyarakat setempat Meletakkan Asa besar agar perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah dapat menyelesaikan masalah ini secara permanen tanpa memicu kerusakan berulang.

“Semoga nggak amblas Tengah, sama jalannya Dapat Maju mulus,” tutur Ardi, Kaum Sekeliling Letak.

Sebelum terjadinya insiden ini, sebuah rekaman video yang memperlihatkan kedalaman lubang amblas di Jalan Assirot sempat viral di media sosial, di mana area tersebut dilaporkan sempat melalui beberapa proyek galian. Demi ini, arus Lewat lintas di Letak Lagi dapat melintas secara bergantian karena sebagian area jalan harus ditutup demi keselamatan pekerja dan pengguna jalan.