Menkeu Purbaya Potong Kembang Pinjaman UMi dari 22% Jadi 8%

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.


Yogyakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah menurunkan Kembang pinjaman program Usaha Mikro (UMi) dari 22 persen menjadi delapan persen. Kebijakan tersebut ditujukan Buat memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

“Pak Presiden Prabowo bahkan sudah memastikan bahwa Kembang pinjaman ke Usaha Mikro (UMi) itu Pandai turun dari 22 persen ke delapan persen,” kata Purbaya usai membuka Pasar Rakyat UMi di Alun-Alun Kidul, Yogyakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 17 Juli 2026.

 

Menurut Purbaya, penurunan Kembang pinjaman menjadi bagian dari komitmen pemerintah Buat memperkuat sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Iamenilai kebijakan tersebut mencerminkan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap ekonomi kerakyatan.

 

“Itu salah satu indikasi keberpihakan Bapak Presiden Prabowo terhadap ekonomi Indonesia, terutamanya ekonomi rakyat dan UMKM,” papar Purbaya.

 

Ia menegaskan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan Lanjut mendukung penguatan UMKM agar Pandai tumbuh secara berkelanjutan melalui berbagai kebijakan pembiayaan.

 


(UMKM. Foto: dok Liputanindo.id)
 

Penguatan UMKM dukung stabilitas rupiah

 
Purbaya juga mengaitkan penguatan sektor UMKM dengan upaya menjaga stabilitas nilai Salin rupiah di tengah tekanan sentimen Dunia. Menurut dia, pelemahan rupiah Begitu ini dipengaruhi Elemen eksternal yang berada di luar kendali pemerintah. Tetapi, pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat akan meningkatkan kepercayaan investor.
 
“Terdapat beberapa sentimen Dunia di pasar dunia yang Enggak dapat kita kendalikan. Tetapi, selama kita memastikan ekonomi Indonesia tumbuh dan usaha-usaha seperti UMKM juga Pandai hidup, lelet-lelet rupiah akan menguat,” kata Purbaya.
 
Ia menambahkan investor akan lebih tertarik menanamkan modal di negara yang Mempunyai pertumbuhan ekonomi Berkualitas serta stabilitas sosial dan politik yang terjaga.
 
“Kalau UMKM Pandai tumbuh dengan kuat, sudah Niscaya stabilitas sosial politik terjaga. Kami akan memastikan dari Kementerian Keuangan dan pemerintah bahwa ekonomi UMKM Lanjut diperhatikan ke depan,” ujar dia.