Rupiah. Foto: Liputanindo.id/Husen.
Jakarta: Nilai Salin (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami penguatan.
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 17 Juli 2026, rupiah hingga pukul 09.38 WIB berada di level Rp17.940 per USD. Mata Fulus Garuda tersebut naik 46 poin atau setara 0,26 persen dari Rp17.986 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.036 per USD. Analis pasar Fulus Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.
“Kepada perdagangan hari ini, mata Fulus rupiah fluktuatif Tetapi ditutup melemah di rentang Rp17.986 per USD hingga Rp18.030 per USD,” Jernih Ibrahim.
Inflasi AS turun
Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai Salin rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen harga produsen AS yang secara tak terduga turun 0,3 persen pada Juni, dibandingkan dengan ekspektasi Kagak Terdapat perubahan bulanan, menyusul data inflasi konsumen yang lebih rendah awal pekan ini.
Laporan berturut-turut tersebut memperkuat tanda-tanda tekanan harga yang mendasarinya mereda dan mengurangi ekspektasi kenaikan Etnis Kembang Federal Reserve yang akan segera terjadi.
Tetapi, investor sebagian besar mengabaikan data inflasi yang bersifat retrospektif karena pertempuran yang kembali terjadi di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah lebih tinggi Kepada sesi keempat berturut-turut.
Eskalasi terbaru telah menghidupkan kembali kekhawatiran biaya Kekuatan yang lebih tinggi dapat memicu inflasi di masa depan, berpotensi membatasi ruang lingkup Federal Reserve Kepada melonggarkan kebijakan meskipun terjadi pendinginan tekanan harga baru-baru ini.
Ketua Fed Kevin Warsh menegaskan kembali pekan ini para pembuat kebijakan tetap berkomitmen Kepada mengembalikan inflasi ke Sasaran dua persen bank sentral, Sembari menekankan mereka siap Kepada menyesuaikan Etnis Kembang Apabila tekanan harga terbukti lebih persisten.
Menurut Ibrahim, Warsh juga meremehkan kekhawatiran investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan akan, dengan sendirinya, memicu inflasi yang lebih luas.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Pemerintah komitmen kendalikan inflasi
Sementara itu, pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah fiskal dan pasar Kepada mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang volatil dan meningkatnya biaya industri. Sejumlah langkah mitigasi Kepada menjaga laju inflasi, terutama dari komponen harga pangan bergejolak atau volatile food, serta sejumlah biaya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang.
Pemerintah juga akan melakukan penanganan terhadap komponen volatile food agar Kagak memberikan tekanan terhadap inflasi. Selain itu, pemerintah juga memperhatikan kenaikan harga kemasan yang turut berdampak pada produk makanan.
Selain itu, Bank Indonesia mengklaim independensinya diakui oleh lembaga pemeringkat Dunia. Hal itu menyusul laporan S&P Dunia Ratings (S&P) terkait peringkat utang dan outlook Indonesia. Sebelumnya, independensi BI menjadi salah satu aspek yang disorot oleh dua lembaga pemeringkat, yakni Moody’s dan Fitch Ratings.
S&P Dunia Ratings Lagi mempercayai independensi lembaga moneter Indonesia. BI Lagi Bisa mengambil keputusan Kepada menaikan tingkat Etnis Kembang acuan (BI-Rate) menjadi 5,75 prsen. Lebih lanjut, independensi BI didukung oleh kebijakan otoritas fiskal yang berkelanjutan. Alhasil, otoritas moneter Bisa mengambil kebijakan yang positif bagi ekonomi Indonesia.
Bank Indonesia Maju berkomitmen Kepada memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
