Aksi pencurian fasilitas Lumrah kembali terjadi di Distrik Jakarta Timur. Pagar besi yang berada di taman Dasar kolong jalan layang atau flyover Kampung Melayu raib digondol komplotan pencuri dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi nekat para pelaku ini sempat terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Komplotan tersebut beraksi secara terbuka tanpa memicu kecurigaan dari masyarakat yang melintas di Sekeliling Posisi.
Seorang Anggota Sekeliling bernama Ana (38) mengungkapkan bahwa pagar besi tersebut Tetap terlihat utuh pada sepekan yang Lampau. Tetapi, dalam kurun waktu Sekeliling tiga hingga empat hari terakhir, seluruh pagar besi di area tersebut telah habis diambil oleh pencuri.
“Seminggu Lampau, pagarnya Tetap Eksis, tapi beberapa hari ini, Sekeliling tiga Tiba empat hari sudah habis, Segera sekali hilangnya pagarnya sama pencuri,” kata Anggota Sekeliling bernama Ana (38) di flyover Kampung Melayu, Jakarta, dilansir Antara, Selasa (7/7/2026).
Menurut keterangan saksi, komplotan pencuri tersebut berjumlah lebih dari lima orang. Mereka melancarkan aksinya pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang subuh atau pada sore hari ketika kondisi di Sekeliling area taman sedang cukup ramai.
Anggota yang Memperhatikan aktivitas pembongkaran tersebut awalnya Bukan Meletakkan curiga. Gaya para pelaku yang sangat santai Membikin masyarakat mengira bahwa mereka adalah petugas Formal dari dinas terkait yang sedang melakukan perawatan berkala.
“Mereka kerjanya santai saja, makanya orang-orang yang lihat Bukan curiga, dikira petugas dari dinas. Jadi, Bukan Eksis yang menegur atau melarang,” ujar Ana.
Demi melancarkan aksinya, Grup pencuri tersebut membekali diri dengan peralatan seperti palu dan linggis Kepada melepaskan pagar dari pondasinya. Setelah berhasil dibongkar, besi-besi pembatas taman itu langsung dipindahkan ke dalam kendaraan Lumrah.
“Saya lihat mereka angkut Guna bajaj yang sudah siap. Pagarnya ditaruh di atas bajaj, Lampau dibawa pergi. Yang mengambil bukan orang sini, karena kami Bukan mengenal mereka,” ucap Ana.
Ana pun berharap agar aparat kepolisian Serempak instansi pemerintah terkait Pandai segera mengusut tuntas kasus pencurian fasilitas publik ini.
Saksi lain di Posisi kejadian, Lilis (39), juga membenarkan adanya aktivitas mencurigakan dari sekelompok orang pada sore hari. Dia mengamati bahwa proses pengambilan besi pembatas tersebut dilakukan secara bertahap hingga area taman menjadi Hampa.
“Posisi Tengah ramai, tapi, ya, tadi itu kita ga sadar mereka pencuri. Pokoknya banyak pelakunya, mereka ambil bertahap, lelet kelamaan makin Hampa pagar besi di sini,” ungkap Lilis.
Merespons kejadian yang merugikan publik ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur menyatakan akan segera mengambil tindakan lapangan. Pihak pemerintah daerah bakal memeriksa langsung kondisi fisik di Dasar flyover Kampung Melayu.
“Nanti kita cek dulu kebenarannya soal hilangnya pagar besi di flyover Kampung Melayu,” kata Wali Kota Jaktim, Munjirin, di Jalan Kayu Manis I Baru.
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga menegaskan bahwa hilangnya aset daerah ini menjadi atensi serius. Langkah koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, segera dilakukan guna mengevaluasi pengamanan fasilitas Lumrah.
“Nanti kita koordinasi lebih lanjut soal aset pagar besinya yang sudah diamankan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Nanti kita koordinasikan bagaimana agar kejadian serupa tak terulang,” Jernih Munjirin.
