Empat anjing pemburu yang menerkam seorang anak berusia 9 tahun di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan Tewas di dalam kendaraan. Mortalitas kawanan hewan tersebut diduga terjadi secara bersamaan lantaran kehabisan pasokan oksigen.
Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Kasatres PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, seperti dilansir dari Detikcom pada Rabu (10/6/2026).
“Infonya karena disimpan di dalam mobil, Maju diikat, mobilnya tertutup, sehingga Tak Terdapat oksigen di dalamnya. Iya (Terdapat empat anjing yang Tewas),” kata Kasatres PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Rabu (10/6/2026).
Tindakan memasukkan kawanan anjing ke dalam kendaraan dilakukan setelah hewan-hewan tersebut menyerang korban. Dugaan kuat penyebab Mortalitas adalah kondisi kabin mobil yang Rapat tanpa udara mengalir.
“Demi kondisi anjing, jadi pada Demi anjing-anjing itu menerkam korban itu diamankan, Lampau dimasukkan ke dalam mobil. Demi anjing di dalam mobil tersebut, mungkin mobil Tak dinyalakan, sehingga menyebabkan Mortalitas pada anjing tersebut,” kata Silfi.
Pihak kepolisian bergerak Segera dengan mengambil sampel dari tubuh anjing-anjing itu. Sampel medis tersebut diserahkan ke Puslabfor Bareskrim Polri Demi pemeriksaan lebih lanjut.
“Nah, Demi anjing-anjing yang menggigit ini sudah kami bawa ke Labfor Demi diambil sampel dan sekarang posisinya sudah dibawa oleh Dinas Perikanan Dan Peternakan Demi dicek apakah anjing-anjing tersebut Terdapat penyakit rabies atau Tak,” ungkapnya.
Buntut dari kelalaian tersebut, aparat penegak hukum telah menetapkan pemilik hewan peliharaan berinisial Y sebagai tersangka. Atas perbuatannya, Y dijerat dengan Pasal 474 dan Pasal a336 KUHPidana yang membawa ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara.
Sebelumnya, kepolisian telah membeberkan kronologi insiden maut yang merenggut nyawa bocah 9 tahun akibat serangan empat anjing pemburu babi di Jasinga. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban diketahui sedang mencari belut.
“Jadi, kalau berdasarkan keterangan saksi di lapangan, Ialah Kawan korban, bahwasanya korban itu sedang memancing belut dengan posisi jongkok,” kata AKP Silfi.
Secara mendadak, kawanan anjing muncul dari arah belakang korban. Korban yang terkejut Memperhatikan keberadaan hewan-hewan tersebut langsung berupaya menyelamatkan diri dengan berlari, Tetapi Bahkan memicu kejaran dari anjing pemburu.
“Karena korban kaget, kemudian berlari dan dikejarlah oleh anjing tersebut. Anjing Tak dikekang, memang sedang dilepas Demi berburu babi hutan,” ucapnya.
Berdasarkan informasi dari komunitas pemburu setempat, area tempat korban diserang sebenarnya baru pertama kali dijadikan sebagai Posisi perburuan. Meski demikian, Daerah kawasan itu memang kerap dimanfaatkan oleh sejumlah komunitas Demi berburu babi hutan.
“Jadi si pemilik anjing melepas dari jauh, jadi dia Tak mengikuti sehingga Tak Terdapat pengawasan dari si pemilik anjing ini ke mana. Itu makanya kita billing lalai terkait masalah anjingnya ini Tak dijaga,” bebernya.
