Kemenkeu: 1.334 desa di Bengkulu manfaatkan Anggaran desa

Kemenkeu: 1.334 desa di Bengkulu manfaatkan dana desa

Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu menekankan bahwa percepatan penyaluran Anggaran desa ini dirancang Demi memberikan Dampak ganda secara langsung pada sektor riil di masyarakat Bengkulu

Kota Bengkulu (ANTARA) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyebut sebanyak 1.334 desa di seluruh Area Provinsi Bengkulu telah memanfaatkan anggaran Anggaran desa tahap pertama yang mencapai Rp160,39 miliar.

“Hingga per 12 Juni 2026, penyaluran Anggaran desa tahap I di Provinsi Bengkulu telah mencapai Rp160,39 miliar yang disalurkan ke rekening 1.334 desa dari total 1.341 desa yang Terdapat di Area Provinsi Bengkulu,” kata Kepala Kantor Area (Kanwil) DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Minggu.

Dengan realisasi penyaluran anggaran Anggaran desa tahap pertama yang mencapai 99,47 persen tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan dari total jumlah desa dari total pagu Anggaran Desa (DIPA) Provinsi Bengkulu tahun 2026 yang berjumlah Rp377,08 miliar.

Irfan menerangkan terdapat tujuh Area yang penyaluran Anggaran desa tahap pertama mencapai 100 persen Adalah Kabupaten Bengkulu Utara 215 desa dengan Rp26,22 miliar, Kabupaten Bengkulu Selatan 142 desa dengan Rp17,05 miliar.

Selanjutnya, Kabupaten Seluma sebanyak 182 desa dengan realisasi Rp21,55 miliar, Kabupaten Kaur 192 desa dengan Rp21,06 miliar, Kabupaten Mukomuko 148 desa dengan Rp18,71 miliar, Kabupaten Kepahiang Adalah 105 desa dengan realisasi Rp13,34 miliar, dan Kabupaten Bengkulu Tengah 142 desa dengan Rp16,94 miliar.

Di sisi lain, terdapat tujuh desa yang belum menyalurkan alokasi Anggaran desa Adalah satu desa di Kabupaten Rejang Lebong dan enam desa di Kabupaten Lebong.

Demi itu, lanjut Irfan, Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Lanjut mendorong dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah terkait guna menggerakkan sektor rill dan menjaga daya beli masyarakat khususnya di desa.

“Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu menekankan bahwa percepatan penyaluran Anggaran desa ini dirancang Demi memberikan Dampak ganda secara langsung pada sektor riil di masyarakat Bengkulu, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi Demi ini,” terang dia.

Asal Mula, banyak desa yang telah memanfaatkan Anggaran desa tahap pertama seperti menjaga daya beli melalui Sokongan langsung Kas (BLT) desa, menciptakan lapangan kerja lokal, pembangunan infrastruktur desa seperti jalan usaha tani, irigasi, dan jembatan difokuskan menggunakan skema swakelola dan lainnya.

“Anggaran Desa adalah instrumen fiskal APBN yang fungsinya menjadi penggerak perekonomian desa. Dengan tersalurnya Rp160,39 miliar di pertengahan tahun ini, kita memastikan bahwa denyut nadi ekonomi, mulai dari petani, kuli bangunan desa, hingga pedagang kecil, Lanjut berdetak kuat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh Pemerintah Kabupaten yang telah bekerja keras mempercepat proses penyaluran ini,” Terang Irfan.