Disaksikan Ribuan Kaum Nahdliyin, Rois PBNU Lantik Pengurus Cabang NU Sumenep

Foto BeritaJatim.com

Sumenep (Liputanindo.id) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026–2031 Formal dilantik dalam prosesi khidmat di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Kecamatan Gapura, Sabtu (16/05/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abd. A’la Basyir, disaksikan ribuan Kaum Nahdliyin.

Pelantikan bertema “Transformasi Jam’iyah dalam Berkhidmat Buat Kemaslahatan Umat” tersebut juga dihadiri Ketua Biasa PBNU Yahya Cholil Staquf.

Ketua PCNU Sumenep, KH Md. Widadi Rahim menjelaskan, kepengurusan PCNU Sumenep masa khidmat 2026–2031 terdiri dari 69 pengurus inti dan 362 pengurus lembaga. Mayoritas berasal dari alumni pesantren lokal seperti Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Annuqayah, Al-Is’af, dan sejumlah pesantren lainnya. Selain itu, juga Eksis alumni beberapa pesantren besar nasional.

“Tetapi sebagian Tengah Eksis yang berasal dari kalangan nonpesantren, yakni dari kalangan profesional seperti dokter, pengacara, dan profesi-profesi lain,” terangnya.

Ia berharap agar pengurus yang baru dilantik ini Dapat menjalankan tugasnya dengan Bagus, meski Eksis keberagaman latar belakang. Bahkan keberagaman itu diharapkan Bisa menjaga transformasi organisasi tanpa meninggalkan sanad keilmuan pesantren yang menjadi identitas Nahdlatul Ulama. “Transformasi organisasi harus tetap berjalan tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan pesantren,” tegasnya.

Ia menambahkan, kualitas sumber daya Insan menjadi salah satu kekuatan Esensial kepengurusan baru. Dari total pengurus yang dilantik, terdapat 17 orang bergelar doktor (S3), 70 orang bergelar magister (S2), serta sisanya berasal dari lulusan sarjana dan kalangan pesantren.

“Transformasi NU tetap berpijak pada tradisi Aswaja. Komponen kepengurusan yang dimiliki Enggak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam manajerial, profesionalitas, dan kualitas,” ucapnya.

Ia menegaskan, program PCNU Sumenep Enggak hanya terfokus pada kegiatan seremonial, melainkan Pas-Pas hadir di tengah masyarakat melalui program-program Konkret yang menyentuh kebutuhan umat. (tem/kun)