Ini Kendala yang Dihadapi BPS dalam Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026

Ilustrasi petugas Sensus Ekonomi. ANTARA/Dian Hadiyatna


Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan sejumlah kendala dalam Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026). Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, kendala Bagus internal maupun eksternal ini langsung direspons Segera oleh BPS.

“Kendala Internal Kepada petugas sensus yang underperformance, sudah diganti dengan petugas baru,” kata Kadarmanto kepada Liputanindo.id, Minggu, 12 Juli 2026.

Sementara Kepada kendala eksternal, ia mengakui, Tetap Terdapat penolakan dari Anggota, maupun pelaku dan pengelola usaha. Oleh karena itu, BPS Enggak berhenti mengadakan sosialisasi pentingnya sensus ekonomi kepada Anggota, hingga mengadakan Focus Group Discussion (FGD).

“Kami juga mengedukasi masyarakat melalui media sosial (mendsos) yang dimiliki oleh seluruh kantor BPS dan mem-broadcast informasi kegiatan Sensus Ekonomi 2026 Tiba dengan RT/RW di seluruh DKI Jakarta,” ungkapnya.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Progres pengumpulan data

Hingga Begitu ini, BPS Provinsi DKI Jakarta mencatat pengumpulan data dalam Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 mencapai 44,97 persen. Adapun Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 digelar sejak 1 Mei Tiba dengan 31 Agustus 2026.

“Progress Tiba dengan hari sudah mencapai 44,97 persen, gabungan daftar keluarga dan usaha,” kata dia.

Ia mengatakan, masyarakat banyak yang mendukung Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. Meski begitu, Kadarmanto mengakui, sebagian masyarakat juga Tetap Terdapat yang ragu atau bahkan menolak Ketika didatangi Kepada sensus yang dilakukan 10 tahun sekali ini.

“Enggak dipungkiri Tetap Terdapat sekelompok kecilĀ  masyarakat yang ragu atau bahkan menolak karena berbagai Ragam Asal Mula. Langkah persuasi dan edukasi Lanjut dilakukan seluruh jajaran BPS dan Pemda setempat Kepada mengatasi hal tersebut,” ujarnya.