BTN Sudah Salurkan 6 Juta KPR Subsidi, Sasar Masyarakat Desil 3

Direktur Esensial BTN Nixon LP Napitupulu. Foto: dok BTN.


Yogyakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah (KPR) sebanyak enam juta unit Buat masyarakat kategori desil 3.

 

Sebagaimana diketahui, desil 3 merupakan Pengelompokkan Grup masyarakat yang berada di urutan ke 21 persen hingga 30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional. Dalam program Donasi pemerintah, Desil 3 dikategorikan sebagai Grup Dekat miskin.

 

“Kalau desil 3 KPR subsidi di BTN Terdapat enam juta rumah dari awal program,” kata Direktur Esensial Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu dalam acara Jogja Financial Festifal di Jogja Expo Centar (JEC) Yogyakarta, dikutip Minggu, 25 Mei 2026.

 

Menurut Nixon, perusahaan berkode emiten BBTN itu mempunyai dua strategi dalam menyalurkan kredit perumahan, Yakni, melalui program KPR subsidi, dan lewat Donasi pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan Pendapatan paling rendah.

 

Program KPR subsidi memang dirancang Buat masyarakat dengan batas maksimal Pendapatan tertentu agar Pas sasaran kepada Grup MBR. Sementara bagi masyarakat di desil 1 dan 2 yang dinilai belum Bisa mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Donasi Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

 

“KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat Pendapatan rendah karena banyak unbanked. Kalau Terdapat 10 desil, maka Dapat dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,” Terang dia.

 

Adapun tahun ini, kata Nixon, program BSPS disebut menyasar Sekeliling 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. “Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS Donasi simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20 juta-25 juta tahun ini Terdapat 400 ribu per rumah tangga,” kata dia.

 

Pemerintah kaji skema tenor KPR hingga 40 tahun

 

Nixon menambahkan, pemerintah Begitu ini juga tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah.

 

“Hari ini pemerintah mengkaji KPR Tamat 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 Dapat dapat. Ini Langkah penetrasi MBR,” sebutnya.

 

Selain lewat pembiayaan rumah, BTN juga mengandalkan digitalisasi Buat menjangkau masyarakat yang belum tersebtuh akses pembiayaan bank.. Nixon menilai penetrasi telepon seluler di Indonesia Begitu ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank.

 

Ia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan Sekeliling 6 juta KPR. Tetapi dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai Sekeliling 5 juta akun.

 

“Kita buat digitalisasi Buat perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usaia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile ga Tamat 3 tahun sudah 5 juta mobile banking acc. Menurut saya jumlah KPR ditakeover user mobile,” ungkapnya.

 

“Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile Dapat buka dari rumah. Itu Langkah kami akses unbanked,” tutupnya.