BNN Lantik 3.717 Sobat Ananda Bersinar Menjaga Narkoba di Sekolah DKI

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melantik ribuan peserta Sobat Ananda Bersinar dari tingkat SMA hingga sekolah rakyat se-DKI Jakarta pada Rabu (6/5/2026) sebagai langkah strategis memutus rantai peredaran narkotika di lingkungan pendidikan. Program ini bertujuan memberdayakan generasi muda sebagai pelopor gerakan anti narkoba.

Dilansir dari Detikcom, total peserta pelantikan mencapai 3.717 orang yang berasal dari 833 sekolah di Area Jakarta. Komposisi peserta tersebut mencakup 2.899 siswa dan 818 guru yang dipersiapkan Demi menjadi penggerak aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Rapi narkoba di lingkungan belajar mereka.

Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Pol. Awang Joko Rumitro, menjelaskan bahwa inisiatif ini melibatkan pengiriman empat perwakilan siswa dari setiap sekolah Demi mengemban misi sebagai pionir keselamatan sekolah dari ancaman zat terlarang.

“Para peserta yang dilantik ini disebut sebagai pionir Sobat Ananda Bersinar. Mereka diharapkan menjadi pelopor gerakan anti narkoba di lingkungan sekolah,” ujar Awang, dikutip dari YouTube Formal BNN, Rabu (6/5/2026).

Langkah pembentukan agen perubahan ini diambil berdasarkan data hasil deteksi cek urin sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan indikator mengkhawatirkan. Intervensi tersebut mengungkap adanya ratusan siswa positif narkoba serta tren penyalahgunaan alkohol hingga rokok elektrik di kalangan pelajar.

Penerapan konsep Sahabat sebaya atau peer educator dianggap sebagai metode paling efektif Demi menyebarkan pesan positif karena adanya kedekatan komunikasi antar-siswa secara psikologis dibandingkan instruksi formal.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menegaskan pentingnya peran Golongan ini dalam mendukung Sasaran jangka panjang pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 tanpa narkotika.

“Program ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan aksi Konkret dalam menjaga masa depan generasi emas Indonesia agar Rapi dari penggunaan narkoba,” ujar Suyudi.

Mantan Wakapolda Metro Jaya ini menekankan bahwa penindakan hukum semata Bukan cukup Demi memberantas masalah sistemik ini. Diperlukan pendekatan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan melalui bimbingan Kepribadian sedini mungkin kepada para remaja.

“Kita perlu menggunakan pendekatan humanis yang tentunya sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto Demi menempatkan permasalahan narkoba sebagai agenda Istimewa dalam mencetak sumber daya Mahluk yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.

Selain keterlibatan aktif para siswa, Suyudi menitikberatkan pentingnya pengawasan konsisten dari pihak pengajar dan masyarakat luas Demi menjaga ekosistem sekolah tetap steril dari pengaruh Bukan baik.

Agenda pelantikan tersebut ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BNN RI, BNNP DKI Jakarta, dan jajaran satuan pendidikan sebagai simbol komitmen kolektif dalam memberantas peredaran gelap narkotika.