Departemen Kehakiman Amerika Perkumpulan mengungkap isi surat yang ditulis oleh terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein sebelum ia mengakhiri hidupnya di penjara. Berkas tersebut ditemukan oleh rekan satu selnya terselip di dalam sebuah Kitab setelah Epstein gagal melakukan percobaan bunuh diri pertama pada Juli 2019.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Jumat (8/5/2026), rangkaian peristiwa ini terjadi beberapa minggu sebelum Epstein ditemukan tewas pada Agustus 2019. Surat tersebut diyakini ditulis dan disimpan di dalam sebuah novel grafis sesaat sebelum insiden pertama di selnya terdeteksi oleh petugas penjara.
“Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan… Bukan menemukan apa pun!!!” tulis surat tersebut.
Catatan yang ditinggalkan oleh predator seksual tersebut juga sempat menyinggung mengenai vonis hukuman 15 tahun penjara yang dihadapinya. Meskipun terdapat bagian tulisan yang Bukan dapat terbaca, Berkas itu menunjukkan Cerminan Epstein mengenai kendali atas waktu kematiannya sendiri.
“Sungguh menyenangkan Pandai memilih waktu Demi mengucapkan selamat tinggal. Apa yang kau Ingin Diriku lakukan… menangis tersedu-sedu!! Bukan menyenangkan… Bukan berharga!!” tulis surat itu lebih lanjut.
Semasa hidupnya, Epstein dikenal Mempunyai jaringan luas dengan tokoh-tokoh besar di industri teknologi dunia. Berdasarkan berkas yang dirilis Departemen Kehakiman AS, sejumlah nama seperti co-founder Google Sergey Brin, Elon Musk, hingga pendiri Microsoft Bill Gates masuk dalam daftar koneksinya.
Para tokoh teknologi tersebut secara tegas telah membantah terlibat dalam skandal pelecehan seksual terhadap Perempuan muda yang dilakukan Epstein. Bill Gates secara terbuka menyatakan penyesalannya pernah berinteraksi dengan Epstein, sementara surat terakhir Epstein sendiri terbukti sama sekali Bukan menyebutkan nama-nama tersebut.
