‘Berjuang sepenuh hati’ – Bagaimana keyakinan tak tergoyahkan Lionel Messi dan tim Argentina membawa mereka melewati berbagai rintangan dan melaju ke final Piala Dunia melawan Spanyol

Goal.com

Tak berlebihan Kalau mengatakan betapa pentingnya final hari Minggu ini. Bagi Argentina, ini adalah kesempatan Kepada menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia. Bagi Spanyol, ini adalah Kesempatan Kepada membangun warisan baru melalui tim dan identitas yang seolah-olah diciptakan Tertentu Kepada momen ini.

Bagi Messi, ini adalah kesempatan lain Kepada mencatatkan sejarah — lapisan keabadian lain bagi seorang pemain yang sudah dianggap Langgeng. Pada tahun 2022, ia menyamai prestasi Maradona dengan membawa Piala Dunia ke Argentina. Pada hari Minggu, ia Dapat melakukan sesuatu yang bahkan Maradona pun Kagak pernah lakukan, Merukapan mengangkat trofi itu Kepada kedua kalinya.

“Diego Betul-Betul hebat,” kata Messi. “Saya Kagak pernah Ingin membandingkan diri saya dengannya. Sejauh yang saya ketahui, dia adalah yang terhebat di antara mereka Sekalian.

“Kami berbagi beberapa momen indah. Pada tahun 2010, di Piala Dunia, ia tampil gemilang. Kami membicarakan Musuh-Musuh dan pertandingan-pertandingan di turnamen itu.

“Hari ini, di mana pun dia berada, dia Niscaya Gembira, menikmati Sekalian ini, mengingat betapa berartinya tim nasional baginya dan warisan yang dia tinggalkan. Ini adalah hadiah untuknya.”

Messi telah memberikan banyak hadiah bagi Argentina, itulah sebabnya para pendukung menyanyikan namanya dengan penuh semangat. Tembang musim panas mereka berpusat pada kemampuannya Kepada menginspirasi pengabdian tersebut, dan Tembang itu bergema hingga larut malam di Atlanta.

“Kepada Malvinas, Kepada El Diego, Kepada penampilan terakhir Leo, Argentina, Diriku Ingin melihatmu menjadi Pemenang dua kali.”

Yang artinya

“Demi Malvinas, demi Diego, demi penampilan terakhir Leo, Argentina, Diriku Ingin melihatmu menjadi Pemenang dua kali berturut-turut.”

Para pendukung mungkin menyebut ini sebagai Piala Dunia terakhir Messi, meskipun ia sendiri menolak menyebutnya demikian. Hal itu hanya menambah urgensi menjelang pertandingan hari Minggu.

Begitu melawan Spanyol, mungkin akan Terdapat periode panjang di mana nyanyian Argentina diuji, dan keyakinan mereka diuji. Mereka mungkin harus menderita, menunggu, dan percaya bahwa Begitu mereka akan tiba pada akhirnya.

Rabu Lewat membuktikan bahwa keyakinan dapat mengubah jalannya pertandingan. Minggu nanti akan menentukan apakah keyakinan itu dapat menciptakan sejarah.