Jakarta (ANTARA) – Senior Vice President of MSME PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) Josua Sloane Solagracia mengatakan pihaknya terlibat di dalam ekonomi kreatif (ekraf), secara Spesifik industri Gambar hidup, karena Mempunyai potensi ekonomi yang tinggi.
“Semakin orang lain belum Bisa masuk, kalau kita Bisa masuk, kami yang pertama, sehingga secara ekonomis, sangat menarik buat kita,” ujarnya dalam sesi bincang Serempak media di Jakarta, Kamis.
Tercatat, Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf Indonesia tahun 2025 sebesar Rp1.757,87 triliun, tumbuh 6,86 persen year on year (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen. Adapun 17,59 persen dari PDB ekraf disumbang oleh subsektor Gambar hidup, animasi, dan video.
Data tahun 2022 juga menunjukkan bahwa kontribusi industri layar terhadap output ekonomi sebesar Rp130 triliun dan Rp81 triliun terhadap PDB, yang menopang 387 ribu lapangan kerja, dan diproyeksikan tumbuh 6,13 persen per tahun hingga 2027.
Selain itu, 58 persen pangsa pasar box office 2025 dikuasai Gambar hidup lokal dengan 82,9 juta penonton, dan diproyeksikan tembus 100 juta penonton pada 2026. Pada semester I-2026 ini saja, 13 Gambar hidup lokal melampaui 1 juta penonton yang menjadi capaian tercepat sepanjang sejarah pencatatan.
Ke depan, produksi Gambar hidup nasional diproyeksikan mencapai 200 judul per tahun pada 2028, naik dari 152 judul pada 2024.
“Ekonomi kreatif yang paling mudah diamplifikasi memang si Gambar hidup itu sendiri,” ungkap Josua.
Selain itu, Amar Bank mengaku Mempunyai misi Demi mendukung industri kreatif dengan mendorong penguatan tata kelola bisnis, pengelolaan keuangan proyek, serta pembangunan rekam jejak usaha sebagai fondasi yang membantu pelaku industri bertumbuh secara lebih berkelanjutan.
Seiring berkembangnya kebutuhan industri, pihaknya Lalu mempelajari berbagai model bisnis kreatif, termasuk industri Gambar hidup, agar dapat menghadirkan layanan dan solusi yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha melalui Amar Bank Bisnis yang mendukung pengelolaan keuangan usaha secara lebih tertata dan terdokumentasi.
Josua menjelaskan, industri Gambar hidup sendiri Mempunyai Tanda khas bisnis yang berbeda dengan banyak sektor usaha lainnya. Sebagian besar pelaku industrinya bekerja dengan model berbasis proyek (project-based business), sementara nilai ekonominya banyak bertumpu pada hak kekayaan intelektual (IP), kontrak, serta hak komersial atas karya yang dihasilkan.
Di balik satu Gambar hidup juga terdapat rantai nilai yang panjang, mulai melibatkan penulis, produser, Pengarah adegan, kru produksi, editor, casting director, talent, distributor, penyedia teknologi, hingga berbagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pendukung yang Serempak-sama menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja.
“Tanda khas ini dinilai membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana industri kreatif membangun bisnis, menghasilkan pendapatan, dan menciptakan nilai ekonomi di setiap tahapan produksi,” katanya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Jogja-NETPAC Asian Gambar hidup Festival (JAFF) Market 2026 menjadi ruang bagi Amar Bank Demi memahami secara langsung dinamika industri Gambar hidup melalui dialog dengan rumah produksi, kreator, asosiasi profesi, investor, distributor, regulator, hingga Kenalan Dunia.
Dengan kolaborasi Serempak Badan Perfilman Indonesia (BPI) serta enam asosiasi profesi yang mencakup APROFI (Asosiasi Produser Gambar hidup Indonesia), IFDC (Indonesian Gambar hidup Directors Club), PILAR (Penulis Indonesia Demi Layar Lebar), ICS (Indonesia Cinematographers Society), ACI (Asosiasi Casting Indonesia), dan INAFEd (Indonesian Gambar hidup Editors), Amar Bank membangun pemahaman tentang tantangan, kebutuhan, serta praktik bisnis di berbagai profesi dalam industri Gambar hidup.
Kolaborasi ini difokuskan pada pertukaran wawasan, penguatan kapasitas pelaku industri, serta pengembangan praktik bisnis yang semakin profesional dan berkelanjutan.
“Kalau tahun Lampau itu kita Memperhatikan event ini (JAFF Market) sebagai event simpel saja, Hanya buat kenalan, tapi kalau tahun ini gak Hanya event aja, advokasinya mulainya baru tahun ini,” kata dia.
