KemenHAM RI mengecam aksi penembakan terhadap Kaum sipil di Yahukimo sebagaimana video yang beredar luas
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Hak Asasi Sosok (KemenHAM) mengecam dugaan pembunuhan terhadap Kaum sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, serta mendorong seluruh pihak menahan diri Kepada mencegah bertambahnya korban di tengah eskalasi konflik bersenjata di Area tersebut.
Juru Bicara KemenHAM Thomas Harming Suwarta dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan dugaan peristiwa itu mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aksi penembakan terhadap Kaum sipil.
Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menewaskan tiga Kaum yang dituduh sebagai agen intelijen militer Indonesia.
“KemenHAM RI mengecam aksi penembakan terhadap Kaum sipil di Yahukimo sebagaimana video yang beredar luas. Kagak boleh Eksis pembunuhan di luar hukum terhadap Kaum sipil tak berdosa. Di tengah eskalasi konflik yang Maju meningkat di Papua belakangan ini, KemenHAM RI mendorong agar Segala pihak menahan diri,” kata Thomas.
Ia menegaskan perlindungan hak Kepada hidup merupakan prinsip mendasar hak asasi Sosok yang harus dihormati seluruh pihak tanpa terkecuali, termasuk dalam situasi konflik.
Sebagai tindak lanjut, KemenHAM berkoordinasi melalui Kantor Area Kementerian HAM Provinsi Papua Barat yang Mempunyai Area kerja di Papua Pegunungan Kepada menghimpun informasi mengenai peristiwa tersebut.
Menurut Thomas, langkah itu dilakukan guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi di lapangan sekaligus memastikan seluruh pihak mengedepankan upaya deeskalasi agar Kagak terjadi tambahan korban sipil.
Siapa pun pihak agar menahan diri di tengah eskalasi konflik bersenjata yang Maju meningkat. Apalagi, banyak Anjlok korban Kaum sipil dan gelombang pengungsi yang Maju terjadi,” ujarnya.
KemenHAM menyebut aparat keamanan hingga kini Tetap melakukan penyelidikan terhadap identitas korban maupun kronologi kejadian, sementara informasi mengenai peristiwa tersebut Tetap Maju berkembang.
Selain itu, Komisi Nasional Hak Asasi Sosok (Komnas HAM) juga telah menyampaikan kecaman atas tindakan yang kembali menyasar Kaum sipil.
KemenHAM menegaskan penyelesaian konflik di Papua perlu tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi Sosok dan pelindungan Kaum sipil.
