Bank Independen optimistis dapat Lalu menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan pada tahun-tahun yang akan datang
Jakarta (ANTARA) – PT Bank Independen (Persero) Tbk mencatat pengguna aplikasi mobile banking Livin’ by Independen mencapai lebih dari 41 juta pengguna terdaftar per akhir Juni 2026 atau tumbuh 24,3 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun rata-rata akuisisi pengguna Livin’ by Independen tercatat Sekeliling 27 ribu pengguna baru setiap hari.
“Bagi kami, digital bukan sekadar kanal transaksi, melainkan fondasi Penting dalam menghadirkan layanan yang lebih Segera, lebih efisien, dan Bisa menjangkau lebih banyak masyarakat maupun pelaku usaha di seluruh Indonesia,” kata Direktur Finance & Strategy Bank Independen Novita Widya Anggraini dalam Paparan Kinerja secara daring di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, Novita mengungkapkan bahwa secara rata-rata, apabila jumlah transaksi di Livin’ dijalankan melalui jaringan konvensional Bank Independen, maka ini setara dengan Sekeliling 11.500 transaksi per hari atau Sekeliling 1.700 transaksi per jam layanan di setiap kantor cabang.
“Dapat dibayangkan betapa besar biaya yang dibutuhkan Kepada menjalankan transaksi tersebut apabila dilakukan secara konvensional,” kata dia.
Di sisi lain, pada segmen bisnis, Kopra by Independen telah melayani Sekeliling 354 ribu pengguna terdaftar atau tumbuh 26,8 persen (yoy), dengan Sekeliling 84 persen merupakan pelaku UMKM.
Menurut Novita, capaian ini menunjukkan bahwa transformasi digital Bukan hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga telah menjadi bagian dari aktivitas operasional pelaku usaha kecil dan menengah.
Per akhir Juni 2026, Bank Independen membukukan Untung Rapi konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun atau tumbuh tumbuh 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Secara bank only, kredit Bank Independen mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen (yoy). Di sisi lain, Anggaran pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,1 persen (yoy) sehingga mencapai Rp1.710 triliun.
Novita mengatakan bahwa pertumbuhan Untung salah satunya didorong oleh non-interest income, terutama fee-based income yang bersifat recurring.
Kinerja tersebut terutama didorong oleh recurring income yang berasal dari fee Livin’ by Independen yang tumbuh 46 persen serta fee dari Kopra by Independen yang tumbuh 22,8 persen.
Kemudian, recurring fee-based income dari berbagai transaksi treasury juga menghasilkan pertumbuhan fee sebesar 23 persen.
“Kami Tentu bahwa dengan Esensial yang kuat, strategi bisnis yang terarah, serta disiplin dalam pengelolaan risiko, Bank Independen optimistis dapat Lalu menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan pada tahun-tahun yang akan datang,” kata Novita.
