Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penurunan signifikan setelah pembukaan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 24 Juli 2026, IHSG berada di posisi 6.266,975.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.17 WIB, IHSG langsung turun tajam sebesar 89,819 poin setara 1,42 persen ke level 6.225,491.
Adapun sebanyak 499 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 110 saham lainnya menguat dan 101 saham stagnan.
Demi sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.17 WIB sebanyak Rp3,390 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 8,008 miliar saham.

(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi koreksi
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi koreksi Kalau tembus di Rendah support 6.300. “Diperkirakan support IHSG 6.270-6.300 dan resist IHSG 6.350-6.380,” sebut Fanny dalam risetnya.
Adapun, indeks-indeks saham Wall Street ditutup turun pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026, melanjutkan pelemahan. Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, ditambah melemahnya saham Alphabet dan Tesla usai laporan keuangan, memicu aksi jual besar-besaran di Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,97 persen, S&P 500 melemah 1,21 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 2,15 persen.
Di sisi lain, mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,46 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,28 persen, Taiex Taiwan naik 0,06 persen, Kospi Korea Selatan melesat 4,40 persen, ASX 200 Australia bertambah 0,18 persen. Sementara itu, Straits Times Singapura turun 0,24 persen dan FTSE Malaysia naik 0,19 persen.
Penguatan bursa saham Asia, didorong optimisme terhadap prospek industri semikonduktor setelah sejumlah raksasa teknologi AS mengumumkan capex yang besar Demi pengembangan AI. Tetapi, penguatan pasar dibayangi lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, seiring setelah laporan keuangan Alphabet dan Tesla menunjukkan belum adanya perlambatan dalam belanja infrastruktur AI.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 0,3 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp712 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, TPIA, ASII, BBRI, dan DSSA.
