Ilustrasi. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Nilai Ganti (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami penurunan.
Mengutip data Bloomberg, Jumat, 24 Juli 2026, rupiah hingga pukul 09.36 WIB berada di level Rp17.980 per USD. Mata Doku Garuda tersebut turun 44 poin atau setara 0,25 persen dari Rp17.936 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.890 per USD. Analis pasar Doku Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan melemah.
“Buat perdagangan hari ini, mata Doku rupiah fluktuatif Tetapi ditutup melemah di rentang Rp17.930 per USD hingga Rp17.980 per USD,” Terang Ibrahim.
Pasar khawatir gangguan pasokan
Pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap Radikal Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim serangan terhadap dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang lebih dalam di sepanjang jalur pelayaran Esensial Timur Tengah.
Golongan Houthi mengatakan mereka menargetkan kapal tanker Saudi Encela dan Laylia setelah menuduh mereka melanggar blokade maritim yang baru diumumkan. Otoritas Saudi belum mengkonfirmasi kerusakan apa pun, tetapi serangan itu menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang semakin mengancam infrastruktur Kekuatan dan pelayaran Mendunia.
Insiden terbaru ini menyusul peringatan awal pekan ini Golongan tersebut akan berupaya memblokir pelayaran yang terkait dengan Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik transit Kekuatan tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
“Gangguan yang berkelanjutan dapat memaksa kapal tanker Buat mengubah rute di Sekeliling Afrika selatan, memperpanjang perjalanan dan meningkatkan biaya pengiriman,” ungkap Ibrahim.
Sementara itu, militer AS menyelesaikan serangkaian serangan baru terhadap Iran, menandai serangan malam ke-12 berturut-turut, menambah ketidakpastian seputar Lewat lintas melalui Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran mengatakan sebuah ledakan terjadi di sepanjang jalur pelayaran yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz, menambahkan bahwa salah satu dari tiga kapal tanker minyak terbakar sementara dua kapal lainnya berbalik arah.
Iran mengatakan mereka Mempunyai kendali penuh atas Selat Hormuz dan jalur air tersebut sepenuhnya tertutup, memperingatkan kapal tanker minyak Bukan akan diizinkan Buat melintas tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.
Berbarengan-sama, jalur air Hormuz dan Bab el-Mandeb menangani sebagian besar pengiriman minyak mentah melalui laut, sehingga keduanya diawasi ketat oleh pasar Kekuatan. Para pedagang semakin Konsentrasi pada risiko transportasi, meningkatnya biaya asuransi, dan kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap kapal tanker atau fasilitas Kekuatan.
Konsentrasi pasar hari ini adalah rilis Klaim Pengangguran Awal Buat minggu yang berakhir pada 18 Juli. Para pedagang juga bersiap Buat data S&P Flash PMI di Jumat dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) minggu depan.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Anggaran pertahanan dan kepolisian bakal ‘disunat’
Sementara di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi Buat memotong anggaran pertahanan dan kepolisian. Langkah ini Pandai saja diambil Kalau kondisi fiskal dan Sasaran defisit anggaran mengalami tekanan. Tetapi demikian, hingga Demi ini belum Eksis pembicaraan Buat mengalihkan sebagian anggaran pertahanan dan kepolisian.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan menghemat anggaran demi menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Kalau diperlukan, Prabowo juga akan memangkas anggaran pertahanan dan polisi.
“Kita akan Ekonomis anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi Buat menghilangkan kemiskinan,” kata Prabowo.
Sementara itu, Bank Indonesia mempertahankan Etnis Kembang acuan di level 5,75 persen Buat menjaga stabilitas nilai Ganti rupiah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini dinilai dapat mendorong sektor riil Buat tetap bergerak dan meningkatkan penyaluran kredit. Keputusan ini juga bertujuan Buat menjaga inflasi dalam kisaran sasaran pemerintah dan meningkatkan Kategori investasi portofolio asing.
