DPR: Revitalisasi Penyimpanan Bulog era Soeharto Kepada jaga mutu beras

DPR: Revitalisasi gudang Bulog era Soeharto untuk jaga mutu beras

Revitalisasi diharapkan meningkatkan kapasitas tampung Penyimpanan sehingga dapat menyimpan lebih banyak beras dengan kualitas yang tetap terjaga

Banjarbaru (ANTARA) – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto “Titiek Soeharto” mengatakan revitalisasi Penyimpanan Perum Bulog peninggalan era Presiden Soeharto bertujuan menambah kapasitas simpan beras sehingga Bisa menampung lebih banyak hasil panen agar kualitas tetap terjaga.

“Kami meninjau langsung kondisi stok beras dan gula di daerah guna memastikan kecukupan pasokan serta kualitas komoditas yang dikelola Bulog,” kata Titiek setelah meresmikan Penyimpanan Bulog berkapasitas 3.500 ton hasil revitalisasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat.

Ia menyebut hasil peninjauan menunjukkan stok beras di Penyimpanan Bulog Kalimantan Selatan mencukupi. Selain Mempunyai persediaan gula yang memadai, Bulog juga telah menampung beras petani Kepada diproses sebelum dipasarkan kepada masyarakat.

Titiek melakukan kunjungan kerja ke Kalsel dirangkaikan dengan peresmian revitalisasi Penyimpanan Bulog di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari program pembaruan infrastruktur penyimpanan.

“Revitalisasi diharapkan meningkatkan kapasitas tampung Penyimpanan sehingga dapat menyimpan lebih banyak beras dengan kualitas yang tetap terjaga,” katanya.

Titiek menjelaskan sebagian besar Penyimpanan Bulog di berbagai daerah merupakan peninggalan era Presiden Soeharto yang telah berusia Sekeliling 45 tahun. Meski Tetap dimanfaatkan hingga kini, Penyimpanan tersebut memerlukan perbaikan agar tetap Bisa mendukung penyimpanan beras secara optimal.

Dia menyebutkan, Bulog akan merevitalisasi Sekeliling 81 Penyimpanan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk satu Penyimpanan di Kalimantan Selatan yang baru saja diresmikan, sebagai langkah mendukung swasembada pangan nasional.

“Kami berharap pembaruan tersebut Membikin kapasitas penyimpanan semakin besar sehingga pengelolaan beras menjadi lebih Berkualitas dan kualitasnya tetap terjaga,” ujar Titiek Soeharto.