Sebanyak 13 jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) batal diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) hingga hari ke-29 akibat gangguan kesehatan, seperti dilansir dari Money.
Hingga Rabu, 20 Mei 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat Eksis 8.604 orang yang telah bertolak ke tanah Kudus dari total kuota keseluruhan Kawasan tersebut sebanyak 9.320 calon jemaah haji.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kawasan Kementerian Haji dan Umrah DIY, Hj. Silvia Rosetti memberikan penjelasan mengenai perkembangan terkini jumlah data keberangkatan tersebut dari bandara.
“Demi hari ini Tamat dengan hari ke-29, kami sudah memberangkatkan Sekeliling 8.906 jemaah,” ujar Silvia, Plt Kepala Kantor Kawasan Kementerian Haji dan Umrah DIY.
Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa kendala fisik menjadi Elemen Esensial bagi para jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan mereka pada musim haji kali ini.
“Jumlah yang Tak berangkat, itu sudah di-cut Sekeliling 13 orang. Dalih lain itu biasanya mereka sudah menunda karena Eksis Dalih kesehatan, atau Eksis kegiatan lain dan belum Dapat di tahun ini,” kata Silvia, Plt Kepala Kantor Kawasan Kementerian Haji dan Umrah DIY.
Kondisi fisik yang Tak Sehat dilaporkan terjadi secara mendadak menjelang waktu masuk pesawat udara.
“Mayoritas karena Dalih kesehatan, Eksis yang memang kondisinya drop menjelang keberangkatan,” lanjut Silvia, Plt Kepala Kantor Kawasan Kementerian Haji dan Umrah DIY.
Sejumlah lansia bahkan terdeteksi mengalami penurunan kebugaran tubuh setelah mereka tiba di area tunggu bandara udara.
“Eksis yang sudah Tamat sini, tapi Rupanya muntah-muntah dan drop. Memang usia lanjut juga,” ujarnya Silvia, Plt Kepala Kantor Kawasan Kementerian Haji dan Umrah DIY.
Jemaah yang tertunda keberangkatannya dipastikan Tetap Mempunyai kesempatan Demi terbang ke Arab Saudi lewat sisa kuota kursi Hampa pada penerbangan berikutnya.
“Kalau Tetap Eksis seat Hampa, jemaah yang sebelumnya tertunda Tetap Dapat diberangkatkan di kloter berikutnya,” Terang Silvia, Plt Kepala Kantor Kawasan Kementerian Haji dan Umrah DIY.
Kementerian mencatat terdapat 36 kursi Hampa yang tersisa dalam proses pemulangan atau keberangkatan ini, di mana Nyaris separuh dari total jemaah tahun ini masuk dalam kategori lanjut usia.
“Mayoritas jemaah kita lansia, Nyaris 50 persen. Karena memang tagline penyelenggaraan haji tahun ini adalah haji ramah lansia dan haji ramah Perempuan,” katanya Silvia, Plt Kepala Kantor Kawasan Kementerian Haji dan Umrah DIY.
Secara keseluruhan, Embarkasi Haji YIA mengoperasikan 26 penerbangan sepanjang 21 April hingga 21 Mei 2026 dengan menggunakan armada Garuda Indonesia, yang melayani jemaah asal DIY dan Jawa Tengah.
Rangkaian penerbangan haji di bandara ini dijadwalkan selesai sepenuhnya melalui keberangkatan Grup terbang terakhir yang mengangkut jemaah dari Kabupaten Purworejo menuju Jeddah.
