Ilustrasi ekspor Indonesia. Foto: Dok MI
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank membukukan Untung Rapi sebesar Rp77 miliar pada kuartal I 2026. Capaian tersebut tumbuh 81 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso mengatakan, kinerja positif tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas bisnis serta perbaikan kualitas aset. Peningkatan kinerja Indonesia Eximbank ini juga sejalan dengan peningkatan aktivitas pembiayaan ekspor nasional
“Dan perbaikan Esensial pengelolaan aset serta mencerminkan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung program Astacita Pemerintah, Tetapi tetap memenuhi prudential norms Buat menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha,” kata Sukatmo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
Dukung pembiayaan dan mitigasi risiko pelaku ekspor
Ia merinci, pembiayaan business unit tercatat sebesar Rp32,3 triliun, meningkat 13 persen dibandingkan Rp28,6 triliun pada periode yang sama tahun Lampau.
Sementara itu, penjaminan mencapai Rp4,2 triliun dan volume asuransi sebesar Rp1,4 triliun. Menurut LPEI, capaian tersebut menegaskan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung pembiayaan dan mitigasi risiko bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.
Dari sisi kualitas aset, LPEI mencatat collection dan special asset sebesar Rp648 miliar. Perbaikan kualitas aset turut mendorong rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) nett membaik menjadi 1,77 persen dari sebelumnya 2,41 persen pada posisi Desember 2025.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
LPEI menilai capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan bisnis dan risiko Buat menjaga pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, realisasi penyaluran Penugasan Spesifik Ekspor (PKE) pada kuartal I 2026 mencapai Rp3,6 triliun atau meningkat 39 persen secara tahunan. Program PKE Trade Finance dan PKE Kawasan menjadi kontributor terbesar penyaluran tersebut, sedangkan Program PKE UKM tercatat sebagai program dengan portofolio debitur terbanyak.
“Melalui program PKE, pelaku usaha berorientasi ekspor dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar Mendunia, serta memperluas akses ke pasar Dunia, khususnya negara-negara non-tradisional,” ujar Sukatmo.
Enggak hanya mencatatkan kinerja keuangan positif, LPEI juga memperkuat peran pengembangan ekspor melalui layanan konsultasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
2.379 desa devisa binaan LPEI
Hingga Maret 2026, jumlah Desa Devisa binaan LPEI meningkat menjadi 2.379 desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199 Desa Devisa mengalami peningkatan kualitas melalui penguatan kelembagaan, pelatihan manajemen ekspor, penguatan proses produksi, serta perluasan akses pasar termasuk melalui kegiatan business matching.
Selain itu, Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan itu berhasil mencetak 120 eksportir baru sehingga total akumulasi eksportir binaan mencapai 1.774 eksportir.
“Berbagai pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia Eximbank dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor,” kata Sukatmo.
