YouTuber Korea Selatan Tewas Usai Minum Racun Demi Live Streaming

Aksi tragis menimpa seorang YouTuber berusia 50-an tahun di Sinangu, Gwangju-si, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, yang meninggal dunia setelah menelan zat beracun Demi menggelar siaran langsung di dalam kendaraannya pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Insiden tersebut terjadi di dekat kediaman korban setelah ia terlibat percekcokan dengan salah satu penontonnya. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, penonton yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menghubungi layanan darurat 119 Demi meminta pertolongan medis.

Petugas tanggap darurat yang tiba di Letak menemukan korban, yang diidentifikasi kepolisian sebagai A demi menjaga kerahasiaan identitas, dalam keadaan henti jantung. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit di kota Mokpo, Tetapi nyawanya Enggak berhasil diselamatkan.

Pihak kepolisian setempat telah mengamankan rekaman siaran langsung tersebut guna melakukan penyelidikan mendalam. Pihak berwenang berfokus pada isi perdebatan antara korban dan penontonnya sebelum insiden menelan zat mematikan itu terjadi.

YouTuber A diketahui tinggal Berbarengan keluarganya di pulau tersebut dan mengelola saluran konten kecil. Aktivitas siaran langsungnya sehari-hari biasanya hanya berisi interaksi dan percakapan ringan Berbarengan para penonton.

Tragedi yang menimpa YouTuber A menambah daftar panjang insiden mematikan yang melibatkan pembuat konten di Korea Selatan sepanjang satu tahun terakhir. Pada 2025, seorang streamer ditemukan tewas yang berujung pada penangkapan seorang penonton atas dugaan pembunuhan setelah menyumbangkan Duit puluhan ribu dolar.

Kasus serupa juga menimpa Na Dong-hyun, kreator konten berusia 46 tahun yang Terkenal dengan nama Dae Library. Ia ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Seoul setelah rekan-rekannya melapor ke polisi karena ia membolos dari pertemuan terjadwal dan Enggak Bisa dihubungi.

Fenomena ini menyoroti kerentanan psikologis yang dihadapi para kreator siaran langsung Demi berinteraksi intens secara real-time dengan pemirsa di media sosial.