Waste to Energy Talks 2026 Hadirkan Pemangku Kepentingan Bahas Penguatan Program Pengolahan Sampah Jadi Daya

Waste to Energy Talks 2026. (Dok. Liputanindo)


Jakarta: Liputanindo akan menggelar acara Waste to Energy Talks 2026 pada Kamis, 16 Juli 2026, di Melati Fountain Garden Glass House, Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Dengan tema ‘Reducing Waste, Powering the Future’ Perhimpunan ini menjadi ruang Percakapan bagi pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan Kepada membahas strategi percepatan pengelolaan sampah menjadi Daya (Waste to Energy).

Penyelenggaraan acara tersebut sejalan dengan langkah pemerintah mempercepat implementasi program Waste to Energy sebagai salah satu solusi penanganan sampah sekaligus mendukung ketahanan Daya nasional. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong percepatan pembangunan proyek WtE di sejumlah kota besar melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Program tersebut ditargetkan Pandai mengantisipasi kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) yang semakin terbatas melalui pengolahan sampah menjadi Daya listrik. Keputusan ini dipayungi dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 dengan peran PLN sebagai pembeli tunggal listrik (off taker) yang dihasilkan.

Waste to Energy Talks 2026 akan dikemas dalam format panel discussion dan sesi tanya jawab. Perhimpunan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor, memaparkan strategi implementasi program WtE, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dalam Percakapan tersebut akan membahas mengenai urgensi pengembangan Waste to Energy, arah kebijakan pemerintah, regulasi pendukung, pembagian peran antar pemangku kepentingan, hingga tantangan dan solusi dalam implementasi program tersebut.

Acara tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha Punya negara, dan sektor investasi, diantaranya Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir, Direktur Manajemen Proyek dan Daya Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar, Director of Transformation & Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Akbar Wicaksono, serta Wali Kota Medan Rico Waas dan Wali Kota Bogor Dedie Rachim.