Tim Geolog Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jogja turun tangan melakukan penyelidikan terkait kasus kebakaran misterius yang melanda rumah Kaum di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman. Rumah tersebut dilaporkan telah mengalami kebakaran sebanyak 39 kali. Seperti dilansir dari Detikcom, tim geolog menduga Eksis keterkaitan antara gas metana dari bekas rawa dengan peristiwa tersebut.
Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Kekuatan (FTME) UPN Jogja, Basuki Rahmad, mengungkapkan adanya Intervensi berupa beberapa semburan gas yang terkonsentrasi di dalam area rumah. Semburan tersebut diduga kuat Mempunyai Interaksi dengan kawasan sungai yang terletak Sekeliling 300 meter dari Posisi rumah.
Petugas menemukan adanya singkapan batuan berwarna gelap di Posisi sungai tersebut. Batuan ini disertai dengan genangan air yang memunculkan gelembung-gelembung gas. Menurut Basuki Rahmad, batuan gelap itu diduga menjadi tempat pengendapan atau tersimpannya gas metana.
“Nah akhirnya kami ketemu gelembung-gelembung gas yang indikasi kuat itu adalah gas metana, gas CH4. Itu Akurat di Rendah jembatan Jalan Nepen,” ujarnya.
Tekanan dari semburan gas ini dilaporkan relatif lemah. Meski demikian, pergerakan gas Lagi terlihat Jernih keluar dari Rendah permukaan air secara konisten.
“Jadi artinya, indikasi pertama, karena ini Lagi Penyelidikan awal, indikasi kuat sumber gas ini adalah gas metana dari rawa. Jadi ini salah satu indikasi kuat batuan Kawasan ini dulunya memang bekas rawa,” jelasnya.
Selain Intervensi gas, tim geolog juga mendeteksi adanya struktur geologi berupa jalur retakan atau patahan. Jalur retakan tersebut terpantau mengarah ke sisi utara, yang kemudian diduga menjadi jalur migrasi bagi gas hingga dapat mencapai kediaman Kaum.
“Kami juga dapatkan indikasi jalur-jalur semacam patahan, retakan-retakan yang arahnya ke utara, dan diindikasikan kuat juga migrasi ini nyasar ke rumahnya Pak Agus,” kata dia.
Basuki Rahmad menilai situasi di Posisi Ketika ini sudah relatif Kondusif karena semburan gas maupun kobaran api Tak Tengah menampakkan diri. Kendati begitu, tim gabungan dijadwalkan akan tetap melangsungkan proses pemantauan selama satu bulan ke depan demi memastikan stabilitas lingkungan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tahap awal, Tanda khas gas ini Tak Mempunyai tekanan yang tinggi. Kondisi tersebut Membikin zat gas yang bersangkutan dinilai Tak terlalu membahayakan bagi kawasan Sekeliling.
