Tata Metode Lempar Jumrah yang Betul dalam Ibadah Haji

Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian wajib haji yang dilaksanakan jemaah di Mina sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan dan hawa nafsu. Dengan mengikuti panduan ini, jemaah dapat melaksanakan prosesi lempar jumrah secara Absah, tertib, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Yang Dibutuhkan:

  • Kerikil kecil yang dikumpulkan di Muzdalifah atau Mina (masing-masing 7 kerikil Demi setiap titik jumrah).
  • Naskah panduan doa manasik haji (opsional).
  • Kondisi fisik yang prima dan air minum Demi hidrasi.

Tata Metode Lempar Jumrah:

Sebelum memulai, jemaah harus memperhatikan jadwal Formal dari pemerintah Demi menghindari kepadatan ekstrem di area Jamarat demi menjaga keselamatan Berbarengan.

  1. Melaksanakan Lempar Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah: Jemaah hanya melempar satu titik Adalah Jumrah Aqabah (Jumrah Kubra) menggunakan 7 batu kerikil yang dilempar satu per satu. Waktu utamanya adalah sejak terbit fajar hingga Mentari tergelincir, Tetapi diperbolehkan hingga menjelang Subuh 11 Zulhijah Kalau kondisi padat. Setiap lemparan disertai bacaan doa:
    بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ
    (Bismillāhi Allāhu Akbar)

    atau doa yang lebih panjang Demi kepatuhan kepada Allah dan kehinaan bagi setan.

  2. Melaksanakan Lempar Tiga Jumrah Secara Berurutan pada Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah): Jemaah wajib melempar tiga titik jumrah secara berurutan dan Bukan boleh dibalik, dimulai dari Jumrah Sugra (Ula), kemudian Jumrah Wustha, dan diakhiri Jumrah Kubra (Aqabah). Masing-masing titik dilempar dengan 7 kerikil secara satu per satu (Kalau dilempar sekaligus, hanya dihitung satu lemparan). Waktu Primer adalah setelah Mentari tergelincir hingga terbenam, atau malam hari hingga menjelang Subuh dalam kondisi tertentu.
  3. Berdoa Menghadap Kiblat Setelah Jumrah Sugra dan Wustha: Setelah selesai melempar 7 kerikil di Jumrah Sugra dan Jumrah Wustha, jemaah dianjurkan berhenti sejenak Demi menghadap kiblat dan membaca doa yang panjang, memohon ampunan, penerimaan ibadah, serta keselamatan dunia dan akhirat.